ADVERTISEMENT

Vonis Ultra Petita di Kasus Djoko Tjandra Bikin Anita Kolopaking Ucap Istigfar

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 18:49 WIB
Anita Kolopaking saat sidang duplik (Foto: Dwi/detikcom)
Anita Kolopaking saat menjalani persidangan (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Anita Dewi Anggraini Kolopaking divonis lebih dari tuntutan jaksa penuntut umum atau ultra petita terkait kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra, yakni 2 tahun 6 bulan penjara. Anita menyampaikan kekecewaanya atas putusan majelis hakim dalam sidang.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, astaghfirullahaladzim. Saya akan berdiskusi dengan tim kami, dalam waktu 7 hari, terima kasih Yang Mulia," ucap Anita usai mendengar amar putusan majelis hakim dalam sidang di PN Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

Usai persidangan, pengacara Anita, Tommy Sihotang juga menyampaikan kekecewaannya atas vonis hakim. Tommy mengatakan semua pertimbangan hakim sama dengan tuntutan jaksa.

"Bu Anita profesional, dan melaksanakan tugasnya, ya kalau semua advokat diperlakukan gini, ya tahan saja semua ribuan advokat yang melakukan hal sama. Soal e-KTP, dia kirim atas permintaan, bukan atas inisiatif dia," kata Tommy.

Selain itu, Tommy juga menyoroti putusan hakim yang menambah masa pidana dengan 6 bulan penjara ke tiga terdakwa. Dia juga mempertanyakan pertimbangan hakim dalam memberi putusan di perkara ini.

"Maaf nih, inikan ada 3 terdakwa, yang satu punya kewenangan buat surat yang dikatakan palsu, yang dua dalam tanda kutip punya dana untuk melakukan itu, saya nggak katakan itu kejahatan, yang ketiga ini dia cuma melakukan tugasnya berdasarkan surat kuasa, kok jadi ikut, tuntutan tambah 6 bulan, semua tambah 6 bulan, ini sudah kaya kopi kenangan aja semua gulanya sama," ucapnya.

Tommy menilai putusan hakim sangat dipaksakan. Dia juga memastikan Anita akan mengajukan banding.

" Pokoknya ini sangat dipaksakan, sangat menyakitkan hati karena kami tahu fakta-faktanya semua ditabrak. (Banding) pasti kami banding, mungkin besok, paling lambat lusa kami banding," kata Tommy.

Anita Kolopaking divonis 2,5 tahun penjara terkait kasus surat jalan palsu Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Hakim menyatakan Anita terbukti melakukan pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra.

Anita bersalah karena telah membantu Djoko Tjandra yang merupakan buron kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali. Anita juga dinyatakan melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan dan Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT