Polisi Pulangkan 3 'Calo' Rapid Test di Stasiun Senen, Dikenakan Wajib Lapor

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 10:46 WIB
3 calo rapid test di Stasiun Pasar Senen (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Foto: 3 calo rapid test di Stasiun Pasar Senen (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Tiga orang terduga 'calo' yang menyediakan jasa pengantaran rapid test di sekitar Stasiun Pasar Senen telah dipulangkan. Polisi mengatakan belum menemukan bukti ketiganya sebagai 'calo' rapid test.

"Kemarin tiga orang kita amanin itu sudah kita kembalikan kepada keluarganya. Tapi penyelidikan masih berlangsung karena kita masih mencari bukti dan saksi lainnya," kata Kanit Reskrim Polsek Senen, AKP Bambang saat dihubungi detikcom, Selasa (22/12/2020).

Ketiga orang inisial AS, EY, dan HS tersebut belum dikenakan status tersangka. Menurut Bambang, polisi masih mencari bukti-bukti lain dari ketiganya terkait dugaan sebagai calo rapid test.

Bambang menambahkan, ketiga orang yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut nantinya akan dikenakan wajib lapor. Pihaknya masih membuka peluang ketiganya menjadi tersangka jika petugas menemukan bukti-bukti lain terkait praktek calo rapid test tersebut.

"Nanti kalau kita temukan ada bukti pelaku kemudian ditemukan barang buktinya kita panggil lagi karena 3 orang ini kita kenakan wajib lapor. Pada saat diamankan memang belum memenuhi unsur," terangnya.

Kasus ini berawal saat polisi menangkap tiga orang yang diduga sebagai 'calo' yang menawarkan jasa pengantaran rapid test di sekitar pintu masuk Stasiun Pasar Senen. Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai.

"Petugas gabungan Polres Jakpus dan Polsek Senen telah mengamankan pelaku 'calo' yang menawarkan hasil rapid test di Stasiun Senen," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto kepada wartawan, Minggu (20/12).

Ketiga terduga calo itu ditangkap Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Dari tangan AS, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100 ribu dan dari LY didapati uang tunai Rp 42 ribu.

Sementara itu, salah satu terduga calo, EY, menolak disebut sebagai calo. Ia mengaku merupakan tukang ojek.

"Saya bukan calo, saya tukang ojek. Saya ojek. Ada membutuhkan saya ke klinik, ya saya antar," ujar EY saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu (20/12).

EY mengaku sudah tiga bulan menyediakan jasa antar untuk melakukan rapid test di kawasan Stasiun Pasar Senen. Sering kali klinik di dalam stasiun sudah tutup sehingga penumpang kereta yang hendak pergi tidak bisa berangkat karena belum memiliki surat tersebut.

"Udah 3 bulanan. Ya kadang dari klinik stasiun itu udah tutup. Sedangkan orang ini mau pulang kampung, kalau nggak punya surat rapid nanti nggak bisa pulang. Nah, dia minta bantuan saya antar ke klinik," jelasnya.

Selain itu, EY mengungkap berapa tarif yang dikeluarkan penumpang ketika menggunakan jasa dirinya. Menurutnya, dia hanya mengambil keuntungan dari jasa antar sebesar Rp 25 ribu untuk sekali jalan.

Tonton video 'Kata Penumpang soal Calo Rapid Test di Stasiun Pasar Senen':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/idn)