Kabareskrim Jelaskan Perkembangan Penanganan Kasus Kebakaran Kejagung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 21 Des 2020 17:52 WIB
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers penetapan tersangka Brigjen Prasetijo Utomo (YouTube Tribrata TV Humas Polri)
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (YouTube Tribrata TV Humas Polri)
Jakarta -

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihaknya telah menyerahkan berkas enam tersangka kelompok pekerja kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kejaksaan. Listyo memastikan pihaknya akan melengkapi bilamana ada kekurangan dalam pemberkasan kasus tersebut.

"Terkait dengan proses kebakaran Kejaksaan Agung, saat ini kita sudah menyerahkan berkas tersebut dan 6 tersangka (kelompok pekerja) sudah kita tetapkan beberapa waktu yang lalu. Tentunya terkait dengan perbaikan-perbaikan, sesuai dengan apa yang diminta untuk dilengkapi dari Kejaksaan tentunya akan kita lengkapi," kata Listyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Listyo menuturkan jika nantinya ditemukan ada fakta-fakta baru, Bareskrim siap untuk melanjutkan proses penyidikan. Namun sebaliknya, jika tidak, sisa berkas perkara tersangka lainnya akan diserahkan ke Kejaksaan.

"Terkait dengan perkembangan penanganan kasus, sesuai dengan proses penyidikan yang ada tentunya kita akan melanjutkan mana kala memang kita temukan ada hal baru, namun demikian kalau memang sudah tidak ada kasus segera kita serahkan kembali. Kemudian bisa diproses kejaksaan untuk proses selanjutnya," tuturnya.

Adapun berkas tersangka kelompok pekerja dibagi menjadi 3 bagian. Berkas perkara pertama ada 4 tersangka, yaitu T, H, K, dan S. Kemudian pada berkas perkara kedua ada satu tersangka, yaitu IS, serta pada berkas perkara ketiga, ada satu tersangka, yaitu UAM.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka baru dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Tiga tersangka baru berasal dari pihak swasta hingga mantan pegawai Korps Adhyaksa.

"Ada tiga. Dari mantan pegawai Kejagung dan eksternal, dari luar, perusahaan," jelas Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (13/11).

Sambo menambahkan, pihak swasta yang terjerat dalam kasus ini adalah perusahaan penyedia minyak lobi dan aluminum composite panel (ACP).

"Perusahaan pengadaan minyak lobi sama ACP," imbuh dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2