Jelang Natal, Pengusaha Bus di Medan Keluhkan Penumpang Anjlok Gegara Corona

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 21 Des 2020 12:25 WIB
Suasana di loket bus ALS Medan (Datuk Haris-detikcom)
Suasana di loket bus ALS Medan (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Pengusaha bus di Medan mengeluhkan jumlah penumpang yang anjlok gara-gara pandemi Corona atau COVID-19. Jumlah penumpang menjelang libur Natal dan tahun baru 2021 disebut menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kalau tahun baru dari Jakarta ke Medan, setelah tahun baru baru ada pergerakan dari Sumatera Utara ke Jakarta. Akan tetapi info dari Jakarta hingga saat ini belum terjadi lonjakan. Apalagi di Jakarta ini diberlakukan lagi swab. Sampai tanggal 21 Desember ini belum terjadi lonjakan," kata Humas PO Bus Antas Lintas Sumatera (ALS), Alwi Matondang, di Terminal Amplas, Medan, Senin (21/12/2020).

Alwi menyebut pihaknya belum menambah unit untuk melayani penumpang menjelang Natal dan tahun baru. Pihaknya masih mengoperasikan bus-bus reguler.

"Masih normal, belum ada penambahan unit, masih yang reguler," ujar Alwi.

Alwi menyebut pandemi COVID-19 menyebabkan jumlah penumpang terjun bebas. Dia memperkirakan penumpang menurun hingga 60%.

"Di musim COVID ini, baik Lebaran dan tahun baru terjadi terjun bebas. Sampai sekitar 60% penumpang menurun. Biasanya lonjakan dari Jakarta sudah terjadi di tanggal 17 (Desember) untuk setiap tahunnya sampai tanggal 22 Desember. Setelah Natalan naik lagi pada tanggal 26 sampai 28 Desember menuju Medan," sebut Alwi.

Hal yang sama disampaikan oleh Perwakilan Bus Sejahtera, Martua Ambarita. Dia menyebut jumlah penumpang meningkat 5% menjelang libur Natal jika dibandingkan hari lain selama pandemi Corona terjadi.

Namun, jumlah tersebut masih jauh di bawah tahun lalu. Pihaknya juga tak menambah armada bus untuk melayani penumpang menjelang libur akhir tahun ini.

"Ada peningkatan 5% dari biasanya," kata Martua Ambarita.

Dia mengatakan penumpang kebanyakan naik bus tujuan Simalungun dan Pematangsiantar. Dia menyebut jumlah penumpang turun 40% dibanding tahun lalu.

"(Sebanyak) 18 unit per hari. Dibanding tahun lalu, terjadi penurunan sekitar 40%. Tahun lalu dia 30 unit setiap hari," tuturnya.

(haf/haf)