KPAI Minta Identitas Pelaku Dewasa yang Gilir Gadis Bone Diumumkan

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 08:03 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bone -

Gadis berusia 14 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digilir 5 orang pria di bak sampah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut aksi tersebut sebagai kejahatan serius.

"Ini merupakan kejahatan serius di mana pemerkosaan dilakukan oleh lebih dari 1 orang," ujar komisioner KPAI, Putu Elvina, kepada detikcom, Jumat (18/12/2020).

Kisah tragis ini mengingatkan Elvina kepada aksi pemerkosaan gadis muda di Bengkulu oleh 14 pemuda yang mabuk tahun 2016 silam.

Menurutnya para pelaku, baik pelaku dewasa maupun anak-anak harus mendapatkan hukuman setimpal. Pelaku dewasa dapat dikenai hukuman maksimal yakni dengan dikebiri.

"Pelaku dewasa dapat diancam dengan hukuman maksimal dan pemberatan disertai pidana tindakan berupa kebiri kimia sesuai dengan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU perlindungan anak," kata Putu.

Sementara itu, pelaku anak, kata Putu, mesti dihukum sesuai dengan UU perlindungan anak dan UU sistem peradilan anak.

Khusus pelaku dewasa, Putu minta untuk segera diumumkan ke publik.

"Semoga nanti dengan adanya hukuman maksimal tersebut dan disertai pemberitahuan identitas pelaku dewasa, akan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar perilaku biadab tersebut tidak terulang," ucap Putu.

"Pengumuman identitas ini merupakan bentuk hukuman tambahan bila hakim memberikan vonis tersebut selain pidana pokok untuk kasus seperti di Bone. Selesai menjalani pidana pokok, maka jaksa akan mengumumkan identitas pelaku dewasa di media cetak, elektronik dan media masa selama 1 bulan kalender," ungkap Putu.

KPAI mengapresiasi langkah Polres Bone yang menangkap para pelaku pemerkosaan. Putu meminta Polres Bone juga mampu menangkap para pelaku yang masih buron secepatnya.

"KPAI meminta agar Pemda Kabupaten Bone memberikan layanan rehabilitasi bagi korban anak sehingga dapat dipulihkan trauma dan gangguan yang mungkin timbul akibat pemerkosaan tersebut," lanjutnya.

Para pelaku bernama Rewa (48), Kallang (20), dan tiga pelaku lainnya yang masih berstatus anak di bawah umur, yakni NC, FR, dan BD. Ironisnya, Rewa dan Kallang ternyata merupakan ayah dan anak. Keduanya juga disebut-sebut sebagai otak pemerkosaan bergilir ini.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya