Bareskrim Ambil Alih Kasus Kerumunan HRS di Petamburan-Megamendung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 18:43 WIB
Gedung Mabes Polri
Gedung Mabes Polri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengambil alih kasus kerumunan acara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Jawa Barat. Bareskrim Polri mengambil alih kasus kerumunan tersebut lantaran peraturan yang diterapkan sama dan terjadi di dua wilayah.

"Iya, kasusnya kan sama, prokes kerumunan. Nah, tapi terjadinya di beberapa wilayah, supaya satu penanganannya karena kan undang-undang yang diterapkan kan mirip-mirip tuh, nanti juga tentu Bareskrim akan koordinasi dengan Kejagung. Jadi satu nanti kasusnya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Jumat (18/12/2020).

Andi menuturkan berkas perkara dari masing-masing kasus tetap akan dipisah. Nantinya, kata Andi, proses penyidikan juga akan tetap melibatkan penyidik di daerah.

"Tetap berdiri, kan locus dan tempus berbeda, dalam penanganannya di Bareskrim dikoordinir di Bareskrim, penyidik daerah juga tetap dilibatkan. Oh iya tetap dong, nggak bisa digabung (berkas) karena saya bilang tadi locus dan tempus berbeda," tuturnya.

Andi menyampaikan Bareskrim Polri melanjutkan penyidikan dari kasus kerumunan yang sedang berproses. Bukan melakukan penyidikan dari awal lagi.

"Iya, betul (melanjutkan penyidikan) bukan dari nol lagi," imbuhnya.

Simak juga video 'Polisi Periksa Ahli Bahasa Terkait Kasus Kerumunan HRS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2