Polisi: Massa Aksi 1812 di Tangsel Ada yang Bawa Bendera 'Pecinta HRS'

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 16:38 WIB
61 Orang Hendak Ikut Aksi 1812 di Jakarta Di-rapid Tes
Sebanyak 61 orang hendak ikut aksi 1812 di Jakarta di-rapid test di Polres Tangsel. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polres Metro Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan 61 orang pemuda dan remaja yang hendak ikut aksi 1812 di Istana Negara. Dari beberapa yang diamankan, ada yang mengenakan atribut terkait Habib Rizieq Shihab hingga Habib Bahar.

"Mereka bawa atribut-atribut kelompok mereka, kayak bendera 'Pecinta HRS' (Habib Rizieq Shihab), ada yang (Habib) Bahar. Jadi identitas itu yang ditunjukkan," kata Wakapolres Tangsel Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2020).

Sebanyak 61 orang yang diamankan itu berusia 12-21 tahun. Beberapa di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Stephanus, para remaja tersebut mengaku hanya mengikuti ajakan teman-temannya untuk ikut aksi 1812 tersebut. Saat ditanya petugas, mayoritas remaja tersebut tidak mengetahui tujuan aksi tersebut.

"Mereka ikut-ikutan saja, nggak paham di sana mau ngapain, ketemuan sama siapa, koordinasi, penanggung jawabnya siapa nggak tahu," terang Stephanus.

Selain itu, dari operasi kemanusiaan berupa rapid test yang dilakukan petugas kepolisian, ada 10 orang di antaranya yang dinyatakan reaktif COVID-19. Sepuluh orang tersebut kini telah dibawa ke puskesmas untuk menjalani swab test.

Stephanus menambahkan pihaknya juga akan melakukan tes narkoba terhadap para peserta aksi.

"Tes urine akan kita lakukan juga seperti yang telah kita laksanakan sebelumnya. Jadi intinya kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati menerima ajakan karena kita tidak mengetahui kondisi satu dan lainnya," terang Stephanus.

Diberitakan sebelumnya, 61 orang tersebut diamankan di beberapa titik penyekatan di wilayah Tangerang Selatan. Puluhan orang itu mayoritas berasal dari Bogor.

"Ada 61 orang yang berhasil kita amankan di Polres Tangsel. Massa ini berasal dari arah Depok dan Bogor. Kita amankan di pos-pos penyekatan yang kita dirikan seperti di Serpong, Cisauk, sama Ciputat," pungkas Stephanus.

(ygs/mea)