Bareskrim Surati Dewan Pers soal Status Wartawan Edy Mulyadi

Kadek Melda - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 14:07 WIB
Gedung Mabes Polri
Mabes Polri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengirim surat kepada Dewan Pers terkait wartawan Forum News Network (FNN) Edy Mulyadi (EM) yang sempat menolak diperiksa tim penyidik. Surat tersebut dikirim untuk mengklarifikasi status perusahaan media dan kewartawanan Edy Mulyadi.

"Kemarin Saudara EM menolak diperiksa karena menyangkut UU Pers No 40 Tahun 1999. Hari ini Bareskrim Polri telah melayangkan surat klarifikasi kepada Dewan Pers terkait status kewartawanan dan perusahaan medianya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi melalui keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Andi berharap Dewan Pers dapat menanggapi surat tersebut. Andi juga berharap Dewan Pers dapat memberi petunjuk terkait produk jurnalistik yang dibuat Edy terhadap peristiwa tindak pidana maupun perdata yang sedang diselidiki polisi.

"Bareskrim berharap Dewan Pers menanggapi tak hanya klarifikasi, namun juga arahan dan petunjuk bagi Polri terkait hubungan suatu peristiwa tindak pidana ataupun perdata dengan wartawan, termasuk produk jurnalistik yang disiarkan di perusahaan media ataupun pada perusahaan penerbitan pers," ujarnya.

Edy Mulyadi sebelumnya dipanggil Bareskrim Polri terkait kasus penembakan laskar FPI di Tol Japek. Edy mengatakan dirinya sempat menolak diperiksa.

"(Pemeriksaan) seputar peristiwa Km 50. Waktu ditanya Anda bersedia diperiksa, saya bilang nggak. Kenapa nggak? Saya tanya ini kasus apa? Ini, ini, ini. Terlapornya siapa? Disebut nama satu, dua, tiga, empat, lima, enam, yang pada meninggal kemarin terlapornya," kata Edy menirukan percakapan dengan penyidik di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/12).