59 Anak Pontianak Jadi Korban 'Open BO', Muncikari Pasang Tarif Diskon

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 19:27 WIB
ilustrasi
Ilustrasi pelecehan terhadap anak-anak. (Edi Wahyono/detikcom)
Pontianak -

Polresta Pontianak membongkar rencana prostitusi yang melibatkan 59 anak-anak untuk malam tahun baru. Muncikari menurunkan tarif kencan untuk menarik pelanggan.

Tawaran 'diskon' ini pun akhirnya membuat banyak pihak yang melakukan booking online (BO) terhadap para muncikari. Tarif Rp 300 ribu sekali kencan diturunkan menjadi Rp 150 ribu.

"Ya (ada semacam diskon), bahasanya sudah bahasa komersil," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, jumlah anak-anak yang dilibatkan dalam praktik seks komersial bisa lebih dari 59 orang. Oleh karena itu, polisi akan terus menggencarkan razia.

Dia mengatakan kasus ini terungkap setelah polisi menangkap 28 orang di salah satu hotel di Pontianak. Mereka terdiri dari 17 laki-laki dan 11 perempuan. Sebanyak 10 orang di antara mereka masih berusia anak-anak.

Polisi kemudian menyelidiki kasus dengan memeriksa ponsel dari pihak-pihak yang diamankan. Kemudian terungkaplah komunikasi soal tawar-menawar prostitusi yang melibatkan anak-anak.

"Hari ini kita amankan juga 2 perempuan, 4 lelaki di salah satu penginapan di Pontianak. Perannya masih kita dalami. Kita pastikan kita tak akan berhenti, akan kembangkan lagi. Kita antisipasi malam tahun baru," tegasnya.