59 Anak di Pontianak jadi Korban 'Open BO' untuk Prostitusi Saat Tahun Baru

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 18:35 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Prostitusi Anak di Kalibata (Fuad Hasim/detikcom)
Ilustrasi Prostitusi Anak (Fuad Hasim/detikcom)
Pontianak -

Polresta Pontianak menggencarkan razia untuk mencegah terjadinya pelibatan anak-anak dalam prostitusi pada malam tahun baru. Terbaru, polisi membongkar rencana 59 anak-anak yang 'dipesan' untuk tahun baru.

"(Rencana) 59 (prostitusi anak) itu yang ketahuan, yang tidak ketahuan ada juga. Makanya mau kita intenskan. Kita akan gelar kekuatan penuh mengantisipasi malam tahun baru. Salah satunya ya itu, praktik prostitusi anak," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Jumlah anak-anak akan dilibatkan dalam praktik prostitusi tersebut dipicu 'diskon' yang dibuat muncikari. Tarif Rp 300 ribu sekali kencan, diturunkan menjadi Rp 150 ribu. Praktik prostitusi yang melibatkan anak-anak ini dilakukan secara online. Para pemesan melakukan booking online (BO).

"Ya (ada semacam diskon), bahasanya sudah bahasa komersial," ujarnya.

Dia mengatakan kasus tersebut terungkap setelah 28 orang diamankan di salah satu hotel di Pontianak. Dari lokasi tersebut, 10 orang yang diamankan di antaranya adalah anak-anak.

"Jadi dari hasil penangkapan kemarin, kita periksa seluruh sarana komunikasi mereka. Dan di sana kita dapatkan rencana itu. Mudah-mudahan dengan upaya yang kita lakukan bisa meminimalisir dan ini sudah kita mapping," kata dia.

Kombes Komarudin mengatakan pada hari ini Polresta Pontianak pun menangkap 2 perempuan dan 2 laki-laki dari salah satu penginapan di Pontianak. Polisi masih mendalami peran dan unsur pelanggaran pidana, termasuk 28 orang yang diamankan lebih awal.