ADVERTISEMENT

Syarat Negatif Tes PCR Penumpang Pesawat ke Bali Jadi H-7, Berlaku Lusa

Angga Riza - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 19:10 WIB
Jumpa pers Sekda Prov Bali Dewa Made Indra
Jumpa Pers Sekda Prov Bali, Dewa Made Indra (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi Bali memutuskan syarat negatif Corona tes PCR bagi penumpang pesawat ke Bali menjadi 7 hari sebelum keberangkatan (H-7). Aturan ini mulai diberlakukan pada Sabtu besok.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menjelaskan perubahan ini merupakan hasil rapat hari ini, Kamis (17/12/2020) yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, perubahan dilakukan berdasarkan masukan dan kritik dari beberapa pihak.

"Tadi pukul 14.00 Wita dilaksanakan rapat lagi dipimpin oleh Menko Maritim dan dihadiri oleh beberapa Menteri dihadiri juga oleh beberapa pimpinan daerah provinsi. Dalam rapat tadi pemerintah pusat tentu Pak Menko Maritim sudah mendengar dan mendapat masukan dari opini-opini yang berkembang di masyarakat, beliau sudah mendengar makanya diadakan rapat tadi," Kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam jumpa pers, Kamis (17/12).

Indra mengatakan ada beberapa penyesuaian terkait surat edaran yang memuat aturan PCR dan rapid antigen untuk masuk ke Bali itu. Dia menyebut aturan mulai berlaku pada 19 Desember.

"Dalam rapat tadi dilakukan penyesuaian-penyesuaian. Penyesuaiannya saya sampaikan beberapa hal ini disepakati dalam rapat yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi. Yang pertama ketentuan dalam libur Natal ini berlaku pada 19 Desember yang sebelumnya di SE disebutkan 18 Desember. Jadi surat edaran Gubernur ini berlaku mulai tanggal 19 Desember ini secara nasional bukan hanya di Bali," tambah Dewa Indra.

Lebih lanjut, Indra memaparkan soal PCR yang sebelumnya disebutkan di surat edaran Gubernur penumpang pesawat harus tes PCR maksimal H-2. Saat ini telah diubah maksimal H-7 sebelum keberangkatan.

"Kemudian perubahan yang kedua tentang persyaratan PCR dalam SE Gubernur disebutkan para pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang menggunakan moda transportasi udara memperlihatkan hasil tes PCR negatif maksimal H-2 sebelum keberangkatan dalam rapat tadi setelah mendengar masukan saran kritik dari berbagai macam, maka disesuaikan menjadi maksimal H-7 sebelum keberangkatan," ujar Dewa Indra.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT