Polres Bandara Soetta Tangkap 3 WN Nigeria Sindikat Penipu Online

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 16:31 WIB
Polres Bandara Soetta bongkar penipuan Nigerian scam yang melibatkan 3 WN Nigeria.
Polres Bandara Soetta membongkar penipuan Nigerian scam yang melibatkan 3 WN Nigeria. (Adhyasyta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap 5 pelaku penipuan bermodus Nigerian scam. Dari kelima pelaku, 3 orang adalah WN Nigeria dan 2 lainnya perempuan WNI.

Kasus ini bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku yang mengaku bernama Carlos Sanchez, WN Amerika Serikat. Singkat cerita, pelaku ini berpura-pura hendak mengirimkan uang ke korban sebesar USD 300 ribu.

"Pelakunya dari orang-orang Nigeria, tapi bahkan dia menggunakan foto-fotonya supaya bagus, jadi wanita-wanita banyak yang tergiur. Ini contoh satu yang menggunakan akun Carlos Sanchez. Inilah bentuk rayuannya yang mereka lakukan kemudian wanita atau korban ini tergiur. Bahkan ada yang dipacari melalui dunia maya, ada yang diajak berbisnis di dunia maya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/12/2020).

Kelima pelaku terdiri atas 3 pria WN Nigeria, yakni IAI berperan sebagai kapten, kemudian ACN dan CJU sebagai perayu korban; lalu 2 perempuan WNI berinisial LRD berperan mencari korban untuk membuka rekening dan EP sebagai orang yang berpura-pura menjadi pegawai Bea-Cukai.

Para pelaku mencari korban secara acak. Setelah mendapatkan calon korban, sindikat ini berkenalan dengan korban hingga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Jika korbannya laki-laki, maka pelaku akan merayu dengan cara berbisnis. Sedangkan jika korbannya wanita, maka pelaku akan merayu dengan dipacari," imbuhnya.

Setelah saling mengenal satu sama lain, pelaku kemudian melancarkan aksinya berupa-pura hendak menemui korban di Indonesia dengan membawa uang USD 300 ribu.

"Kemudian pura-pura tiba di Bandara Soetta, tetapi ada kendala sedikit, mereka tertahan di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Kenapa tertahan? Karena membawa uang USD 300 ribu, kita ada aturan berapa yang harus bisa dibawa masuk ke Indonesia. Tertahan di Bea-Cukai," tuturnya.

Pelaku kemudian meminta korban untuk mengirimkan uang agar dapat mengeluarkan uang dolar dari Bea-Cukai tadi. Pelaku menjanjikan korban akan menggantinya berkali lipat.

Korban pun tergiur. Namun, belakangan, setelah korban mengirimkan uang, pelaku memutus komunikasi. Korban pun melapor ke Polres Bandara Soetta.

Akibat penipuan tersebut, para pelaku dikenai Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP terkait UU ITE. Mereka diancam 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

"Kita persangkakan di Pasal 378 yang bersangkutan juga di Pasal UU ITE ancamannya adalah 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," pungkas Yusri.

(mea/mea)