Respons Gatot soal 'Kadrun-Kampret', Muhammadiyah: Mengejek Dilarang Agama

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 14:50 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Dadang Kahmad (Foto: dok. Muhammadiyah)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menganggap sebutan 'kadrun' dan 'kampret' melecehkan Tuhan. Muhammadiyah menilai memanggil orang dengan nama binatang dilarang agama Islam.

"Jadi tidak boleh memanggil orang dengan nama-nama jelek, bahkan nama-nama binatang, itu dilarang oleh agama, karana manusia itu sebaik-baik makhluk, akhsanitaqwim. Jadi penghormatan itu harus ada," kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Dadang mengajak masyarakat tidak saling menghina. Dia menegaskan ajakan itu telah diajarkan dalam Al-Quran.

"Siapa pun juga. Jadi jangan saling menghina, merendahkan, mengejek dengan kata-kata itu. Di Al-Quran juga ada, jangan sampai keluar kata-kata yang menghina orang, termasuk itu (kadrun-kampret)," katanya.

Lebih lanjut Dadang mendukung jika penggunaan kata 'kadrun-kampret' dihentikan. Dia menyebut sesama manusia tidak boleh saling merendahkan.

"Jadi saya setujulah dihentikan karena kita ini bangsa yang harus menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan politik hanya seketika, jangan berlanjut lama. Kalau berlanjut lama, kapan kita menciptakan situasi harmonis. Tapi saya bukan mendukung Pak Gatot, tetapi secara agama kita tidak boleh merendahkan," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2