Tanggapi Gatot Nurmantyo, Golkar Minta 'Cebong-Dungu' Dihilangkan Juga

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 13:25 WIB
Ace Hasan Syadzily.
Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar merespons pernyataan eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengajak semua pihak agar menghentikan sebutan 'kadrun' dan 'kampret'. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai sebutan dungu dan cebong juga harus dihilangkan

"Dari sejak awal, saya tidak setuju jika menyebut seseorang dengan tendensi merendahkan dan menghina. Istilah kadrun atau kadal gurun, dan juga kampret kan sebetulnya memiliki konotasi negatif," kata Ace kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

"Bukan hanya kadrun dan kampret, namun juga istilah-istilah lain, seperti cebong, dungu, kodok, lonte, dan lain-lain yang memiliki tendensi menghinakan seseorang," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ia menyebut sebutan yang merendahkan orang lain sudah seharusnya dihindari. Dihindari bukan berarti hanya karena ajakan Gatot semata.

"Bukan karena ajakan dari Pak Gatot Nurmantyo ya kita menghentikan penggunaan dua istilah itu, tapi memang sudah seharusnya kita menghindari ucapan-ucapan yang memiliki konotasi menghina atau merendahkan seseorang," ujar Ace.

Menurut Ace, agama Islam juga sudah mengajarkan agar sesama manusia tidak memanggil orang lain dengan istilah yang menghina.

"Di dalam ajaran agama Islam, terutama dalam surat al-Hujurat ayat 11 disebutkan: 'wa lā tanābazụ bil-alqāb', 'janganlah kalian memanggil dengan panggilan yang buruk'. Kedua istilah itu memiliki kesan yang kuat adanya menghina dan merendahkan sesama manusia," ungkapnya.

Tonton video 'Gatot Nurmantyo Ajak Masyarakat Hilangkan Istilah 'Kadrun' dan 'Kampret'':

[Gambas:Video 20detik]



Pernyataan Gatot Nurmantyo soal kadrun dan kampret ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2