3 Hakim Agung Disebut di Sidang Kasus Suap Nurhadi, Ini Tanggapan MA

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 10:50 WIB
Gedung Mahkamah Agung
Gedung Mahkamah Agung RI (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tiga nama hakim agung disebut dalam persidangan dengan terdakwa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Ketiga hakim agung itu adalah Sunarto, Purwosusilo, dan Abdul Manaf. Apa tanggapan MA?

"Kalau saksi Jumadi staf/pegawai di MA yang memberikan keterangan di persidangan dengan menyebut nama tiga hakim agung dimaksud, sebenarnya tidak ada masalah. Artinya, tidak ada masalah yuridis yang perlu dipersoalkan atau ditanggapi," kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro saat berbincang dengan detikcom, Kamis (17/12/2020).

Jumadi yang dimaksud adalah Kasubag Kesekretariatan MA Jumadi, yang saat ini masih bekerja di MA pada bagian Biro Kepegawaian. Dia mengatakan pertemuan itu berlangsung di Apartemen 8 Senopati, Jaksel.

"Sebab, bukankah pada waktu itu Nurhadi masih menjabat Sekretaris MA, sehingga dalam kedudukannya itu bisa saja bertemu dengan siapa pun pejabat di MA, termasuk tiga hakim agung yang dimaksud, apalagi jelas-jelas yang dibicarakan itu menurut saksi bukan pengurusan perkara tetapi hanya silaturahmi biasa, bahkan pernah buka bersama," sambung Andi.

MA menilai pertanyaan jaksa KPK tidak kontekstual dengan dakwaan atas Nurhadi. Sebab, pertanyaan tersebut dinilai tidak relevan dengan atas materi dakwaan.

"Selain itu, kesaksian Jumadi yang menyebut adanya pertemuan dimaksud juga tidak relevan dengan tempus delicti dakwaan penuntut umum. Jadi, bagi kami, penyebutan nama tiga hakim agung di persidangan Tipikor itu biasa dan wajar saja," beber Andi.

Duduk sebagai terdakwa di sidang itu adalah Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Dalam kasus ini, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

(asp/aud)