Guru Buat Soal 'Anies Diejek Mega' Minta Maaf, Ketua DPRD DKI Batal ke Polisi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 18:10 WIB
Guru pembuat soal ujian Anies diejek Mega minta maaf
Guru pembuat soal ujian 'Anies diejek Mega minta maaf. (Foto: Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi batal mempolisikan Sukirno guru pembuat soal ujian 'Anies Diejek Mega'. Hal tersebut karena Sukirno sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

"Saya mau laporkan hari ini sebetulnya kepada Polda Metro Jaya sore ini, tapi ternyata pukul 15.00 WIB ibu Kadis (Pendidikan), dan ibu Kadis meminta dibukakan hati untuk permintaan maaf ini yang secara terbuka dan kebetulan kami telah dapat videonya-videonya Pak Sukirno untuk kami sampaikan kepada teman-teman media," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020).

Sukirno sendiri datang ke DPRD DKI diantar oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dan Plt Kepala Sekolah SMPN 250 Setia Budi. Prasetio pun menerima permintaan maaf Sukirno.

"Ya, saya dengan legowo. Saya juga manusia, saya orang Jawa. Dengan kemarin marah-marahnya saya, akhirnya kedatangan nih yang tidak diiniin, tiba-tiba datang ke sini gitu. Saya rasa gitu, keterbukaan hati saya gitu sebagai Pimpinan DPRD di sini," kata Prasetio.

Namun Prasetio memberi catatan kepada Sukirno atas kasus soal ujian 'Anies Diejek Mega' ini. Dia meminta Kadisdik DKI untuk memberikan surat peringatan kepada Sukirno mengingat kasus ini telah menjadi sorotan publik.

"Tapi saya minta dengan sangat melalui Bu Kadis tadi, bahwasannya Pak Sukirno ini untuk dikasih surat peringatan apapun ceritanya itukan sudah tertuang dalam media sosial dan terbuka lho itu, karena bukan apa-apa, dari kami, dari anggota PDI Perjuangan dan semua yang ada di fraksi perintahnya jelas gitu lho," ungkapnya.

Prasetio mengatakan kasus ini akan tetap dia laporkan kepada Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri sebagai bentuk tanggung jawab. Dia meyakini Megawati bisa menerima.

"Tapi ya nanti kami akan bertanggungjawab dan melapor kepada ibu ketua umum saya yang kebetulan Presiden RI ke-5, saya akan lapor alasannya seperti ini. Saya rasa ibu ketua umum saya, Ibu Megawati Soekarnoputri akan bisa menerima itu. Saya rasa itu," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nahdiana menyebut akan mengevaluasi dan melakukan monitoring dalam pembuatan soal ujian. Ia pun meminta suku dinas dan sekolah untuk lebih bisa mengontrol di lingkungannya agar tidak terjadi konflik yang berulang.

"Saya datang ke sini ingin mengantar Pak Kirno dan kepala sekolah juga dalam rangka kemarin pembuatan soal ya, memang ada konflik yang ada jadi saya di dinas pendidikan mengadakan evaluasi dan ke depannya melakukan perbaikan kembali untuk monitoring pembuatan soal secara berjenjang dari sekolah dan tingkat sudin serta di bidang persekolahan sendiri, agar soal-soal ini lebih terkontrol kembali dari sisi potensi-potensi pro kontra di masyarakat," ucap Nahdiana.

Simak juga video 'Soal Ujian Tentang Khilafah Bikin Geger Kediri':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, Plt Kepala Sekolah SMPN 250 Jakarta Setia Budi mengaku masih menunggu dari pihak wali murid terkait nasib Sukirno sebagai guru mata pelajaran agama. Namun dari beberapa wali murid menyatakan bahwa mereka akan sangat kehilangan Sukirno jika dipindahkan atau diberhentikan.

"Untuk orang tua kami tinggal koordinasi dengan mereka, tetap di sekolah, tergantung dari nanti keputusan dari orang tua apakah memang Pak Sukirno masih dipertahankan, karena beliau punya dedikasi yang tinggi dan kebetulan sekolah kami juga gurunya hanya satu," kata Setia.

"Jadinya ada satu-satunya masih muda dan selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang bagi literasi anak-anak semuanya dan orang tua juga merasa kehilangan kalau seandainya Pak Sukirno juga harus dipindahkan atau diberhentikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Prasetio mengancam akan mempolisikan guru pembuat soal ujian 'Anies Diejek Mega'. Prasetio menilai soal ujian itu sebagai sebuah doktrin kepada siswa menengah pertama (SMP).

Pernyataan Prasetio itu disampaikan di dalam Ruang Rapat Komisi E DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/12). Sang guru pembuat soal SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sukirno, hadir dalam rapat. Pernyataan Prasetio itu terlontar saat tanya-jawab dengan Sukirno.

"Saya mau bertanya kepada Bapak Guru SMP 250, kok Bapak bisa membuat satu soal yang mungkin di pikiran, di otak bapak, itu bukan provokasi tapi setelah dibaca itu kan sebuah doktrin, ini saya akan melaporkan bapak di kepolisian sekarang, saya akan datang ke Polda Metro Jaya, saya akan minta pertanggungjawaban, ini sudah beredar kok," kata Prasetio.

(whn/idn)