Geledah Rumah-Kantor Bupati Banggai Laut, KPK Amankan Duit Rp 440 Juta

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 12:06 WIB
Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo tiba di KPK.
Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo tiba di KPK. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK menggeledah rumah dan kantor Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo terkait dugaan tindak pidana korupsi. Dari penggeledahan dua lokasi itu, KPK mengamankan total uang lebih dari Rp 400 juta.

"Setelah dihitung tim penyidik, jumlah uang yang diamankan dalam giat geledah tersebut senilai sekitar Rp 440 juta, terdiri dari mata uang rupiah dan asing," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

"Berikutnya akan dilakukan analisis lebih dahulu keterkaitan dengan perkara ini, dan selanjutnya dilakukan penyitaan," imbuh Ali.

Seperti diketahui, penyidik KPK menggeledah sejumlah tempat terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo. Penggeledahan juga dilakukan di rumah dan kantor dinas Wenny Bukamo.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan penggeledahan dilakukan sejak Senin (14/12) hingga hari ini. Sejumlah tempat itu ada di Luwuk dan Banggai Laut.

"Tim penyidik KPK melaksanakan kegiatan penggeledahan di Luwuk dan Banggai Laut pada 10 lokasi. Baik rumah dan kantor milik pemerintah dan swasta yang diduga terkait TPK (tindak pidana korupsi) penerimaan hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Banggai Laut TA (tahun anggaran) 2020 yang diduga melibatkan Bupati Banggai Laut WB dkk," kata Ali kepada wartawan, Selasa (15/12).

Sebelumnya, Wenny Bukamo ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang rekannya setelah terperangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap oleh KPK. KPK selanjutnya menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Siapa saja tersangka dalam kasus dugaan suap yang menjerat Wenny Bukamo? Simak di halaman berikutnya.