Petrokimia Gresik Raih Penghargaan PROPER Hijau dari KLHK

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 21:49 WIB
Petrokimia Gresik
Foto: Petrokimia Gresik
Jakarta -

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan diumumkan secara virtual kemarin.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan capaian ini akan menjadi modal bagi Petrokimia Gresik untuk melangkah menuju PROPER Emas. Seperti diketahui, untuk meraih PROPER Emas, sebuah perusahaan harus mendapat predikat PROPER Hijau tiga kali berturut-turut terlebih dahulu. Petrokimia Gresik telah mendapatkan PROPER Hijau pada tahun 2019 dan tahun 2020 ini.

"Kami bertekad untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan hingga mampu memperoleh kategori tertinggi atau PROPER Emas," ujar Dwi Satriyo dalam keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).


Dijelaskannya, penghargaan PROPER Hijau sejalan dengan komitmen perusahaan dalam program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) untuk menjadi perusahaan berwawasan lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Hal ini penting mengingat Petrokimia Gresik terus mengembangkan diri, dimana hingga kini memiliki kapasitas produksi pupuk dan non-pupuk sebesar 8,9 juta ton per tahun.

"Karena asa kami adalah sebagai perusahaan penyedia pelayanan lengkap pertanian atau solusi bagi sektor agroindustri di Indonesia," ujar Dwi Satriyo.

PROPER merupakan program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh KLHK. Program ini bertujuan untuk mendorong perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrumen insentif atau penyebarluasan reputasi perusahaan dengan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik berlabel BIRU, HIJAU dan EMAS. Lalu ada reputasi kinerja buruk dalam pengelolaan lingkungan dengan label MERAH dan HITAM.

Di samping penilaian terhadap penataan peraturan, evaluasi juga dilakukan terhadap sejauh mana perusahaan memberikan nilai tambah terhadap konservasi sumber daya alam, konservasi energi dan pengembangan masyarakat.


Dwi Satriyo menambahkan satu poin plus yang dimiliki Petrokimia Gresik pada penilaian PROPER periode 2019-2020, yaitu pemanfaatan Gypsum menjadi Purified Gypsum sebesar 799.681,27 ton. Produk Purified Gypsum yang digunakan sebagai bahan baku semen ini merupakan salah satu komitmen Petrokimia Gresik mendukung industri manufaktur nasional.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menurunkan emisi dengan memanfaatkan CO2 ke Pabrik Urea hingga 46.689 ton. Perseroan juga berhasil melakukan efisiensi energi dengan menjalankan eliminasi proses Cement Retarder menjadi Purified Gypsum 543.356 GJ.

Ia menambahkan pada tahun 2020 ini, KLHK melalui PROPER juga menambahkan kriteria sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat. Ini menyikapi wabah COVID-19 yang masuk di Tanah Air mulai Maret 2020.

"Terkait ini, Petrokimia Gresik mendapat amanah menjadi Koordinator Satgas Tanggap COVID-19 BUMN Jawa Timur. Alhamdulillah kami menjalankannya dengan baik," ujar Dwi Satriyo.


Dalam menjalankan amanah ini, kata dia, Petrokimia Gresik terus menyalurkan bantuan percepatan penanganan COVID-19 ke berbagai pihak. Sejak Maret, total dana yang telah disalurkan Petrokimia Gresik mencapai Rp 48 miliar.

"Dari total dana tersebut, sebanyak Rp 28,8 miliar disalurkan untuk bantuan ke pihak eksternal dan sisanya untuk upaya pencegahan COVID-19 di lingkup internal perusahaan," imbuh Dwi Satriyo.

Bantuan tersebut menyentuh segala sektor, mulai dari bidang kesehatan, sosial, ekonomi, keagamaan dengan memberikan edukasi pencegahan penularan COVID-19 bersama 100 tempat ibadah hingga sektor pertanian di kabupaten/kota di Jatim dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional di tengah wabah COVID-19.

"Sementara itu, Petrokimia Gresik memperoleh Peringkat HIJAU bersama dengan 125 perusahaan dari 2.038 perusahaan yang dilakukan penilaian," jelas Dwi Satriyo.

Penghargaan tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan dan kegiatan produksi di Petrokimia Gresik sudah berjalan dengan baik dan efisien, serta perusahaan dapat memberikan manfaat terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.

Bagi Petrokimia Gresik, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing. Karena komitmen terhadap lingkungan sudah menjadi tuntutan seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

"Kepedulian terhadap lingkungan adalah salah satu instrumen untuk mengantarkan Petrokimia Gresik menjadi market leader dan dominant player untuk mendukung sektor agroindustri," tutup Dwi Satriyo.

(mul/mul)