Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan Palsu

ADVERTISEMENT

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan Palsu

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 18:15 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Jaksa menanggapi pleidoi atau nota pembelaan yang diajukan Anita Kolopaking dalam kasus surat jalan palsu. Dalam tanggapannya, jaksa meminta hakim menolak pleidoi yang diajukan.

"Kami penuntut umum memohon agar majelis hakim menolak pembelaan yang dilakukan oleh tim penasihat hukum dan terdakwa," ujar jaksa Yeni Trimulyani, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (15/12/2020).

Jaksa menilai Anita sebagai kuasa hukum Djoko Tjandra semestinya dapat memastikan Djoko Tjandra menaati hukum. Salah satunya dengan menjalani tuntutan praperadilan.

"Memiliki kewajiban untuk memastikan saksi Djoko Tjandra untuk taat hukum menghormati dan mengikuti tuntutan praperadilan yang berkekuatan hukum tetap, tanpa mengurangi hak-hak Anita Kolopaking melakukan pembelaan terhadap Djoko Tjandra sebagai kuasa hukumnya," kata Yeni.

Jaksa mengatakan Anita membiarkan Djoko Tjandra menghindari pemeriksaan terhadap kasusnya. Atas perbuatan tersebut, Anita dinilai telah membantu menolong atau meloloskan terpidana.

"Oleh karena itu, Anita Kolopaking membiarkan Djoko Tjandra menghindari pemeriksaan sekaligus mengetahui dan menyadari bahwa Djoko belum melaksanakan pidana, maka pada dasarnya perbuatan Anita Dewi Kolopaking telah menolong atau meloloskan seorang terpidana," tuturnya.

Selain itu, jaksa menyebut kesaksian yang disebutkan oleh Prasetijo dan Djoko Tjandra untuk Anita tidak dapat dipertimbangkan. Terlebih, jaksa menilai, dalam kesaksiannya, Prasetijo dan Djoko Tjandra memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Masing-masing mempunyai kepentingan untuk melindungi dirinya dalam persidangan perkara ini, dan keterangan saksi-saksi tersebut dalam persidangan keterangannya berubah-ubah. Untuk itu kiranya mohon majelis hakim menilai keterangan saksi," sambungnya.

Selanjutnya, Anita akan mengajukan duplik untuk menjawab tanggapan Jaksa. Duplik ini diagendakan berlangsung pada Jumat (18/12/2020).

Sebelumnya, terdakwa kasus surat jalan Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking membacakan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum. Anita berharap hakim menjatuhkan vonis seadil-adilnya.

Hal itu diungkapkan mantan pengacara Djoko Tjandra ini dalam pleidoi yang dibacakannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020). Awalnya, Anita mengaku tidak mengetahui jika surat jalan yang diterbitkan atas bantuan eks Kabiro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo itu ternyata palsu.

Ia juga mengatakan tidak mengetahui jika surat jalan itu tidak dapat diperuntukkan bagi warga sipil sepertinya. Sebab, menurutnya, tidak ada penjelasannya soal peruntukan surat jalan tersebut.

Dalam kasus ini, Anita dituntut hukuman 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa meyakini Anita bersalah dalam kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra tersebut.

"Kami jaksa penuntut umum dengan memperhatikan ketentuan UU yang bersangkutan, menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Anita Dewi Kolopaking telah terbukti melalukan tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut," kata jaksa Yeni saat membacakan amar tuntutan di PN Jaktim, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).
"Menjatuhkan hukuman pidana terhadap Anita Dewi A Kolopaking dengan pidana penjara 2 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan," imbuhnya.

Atas perbuatan itu, jaksa menilai Anita melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(dwia/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT