Geger Ulah Turis Rusia Ceburkan Diri Bareng Motor ke Laut Pulau Dewata

ADVERTISEMENT

Round-Up

Geger Ulah Turis Rusia Ceburkan Diri Bareng Motor ke Laut Pulau Dewata

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 14 Des 2020 20:32 WIB
Turis ceburkan motor ke laut di pelabuhan Tanah Ampo
Viral sepasang turis Rusia nyebur bersama motornya di perairan Bali. (Foto: Instagram)
Jakarta -

Demi sebuah konten, sepasang turis Rusia di Bali menceburkan diri serta motornya ke dalam laut. Aksi sejoli itu viral di media sosial dan dikecam netizen.

Sepasang turis itu adalah pemilik akun Instagram @sergey_kosenko dan @alina_oshutinskaya. Mereka mengunggah video berboncengan dengan mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK (Bali) yang diarahkan ke pantai.

Sergey mengenakan celana putih dan baju berlengan pendek. Adapun Alina memakai bikini. Bukannya direm, mereka nekat nyebur ke air dan membiarkan sepeda motor turut dibuang ke laut di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem, pada Kamis (10/12/2020).

Setelah nyebur ke laut, mereka tertawa. Sementara itu, sepeda motor dibiarkan tenggelam. Aksi mereka itu dinilai konyol dan mencemari lingkungan.

Aksi turis tersebut juga banyak mendapatkan kecaman dari netizen karena dinilai telah merusak ekosistem laut Bali.

Detik-detik Turis Ceburkan Motor

Atas peristiwa heboh itu, polisi turun tangan menelusuri. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem, Bali, yang sudah tidak beroperasi.

"Iya betul di pelabuhan Tanah Anpao," kata Suartini saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Suartini memaparkan pihak kepolisian telah melakukan penelusuran terhadap kedua turis tersebut.

Diketahui awalnya kedua turis tersebut datang dengan satu tim dengan melakukan perizinan kepada penjaga keamanan untuk melihat ke dalam.

"Saya sudah melaksanakan lidik kemarin untuk hasil sementara memang bule itu satu tim ke sana minta izin ke salah satu security di sana untuk melihat ke dalam," ujar Suartini.

Sementara itu, setelah mereka diizinkan masuk, penjaga keamanan tidak mengetahui kegiatan turis tersebut. Dan akhirnya mendengar turis tersebut menceburkan diri beserta motor yang dikendarainya ke laut Bali.

"Kemudian setelah diizinkan melihat ke dalam security tidak tahu aktivitas di dalam seperti apa sehingga mereka dengar ada nelayan yang pas di sana melihat mereka nyebur (dengan motornya)," ungkap Suartini.

Motor Bodong Diamankan

Selidik punya selidik, sepeda motor berpelat DK itu ternyata bodong.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menjelaskan, dari hasil penelusuran sementara, motor tersebut bodong. Dan saat ini motor telah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Karangasem.

"Motor sudah diamankan di Polres," kata Suartini melalui pesan singkat, Senin (14/12/2020).

"Setelah kita selidiki dari hasil sementara motor itu dari pelat nomornya bodong tidak terdaftar," lanjut Suartini.

Menurut Suartini, setelah menceburkan diri turis itu sempat memberikan motor tersebut kepada nelayan yang menghampiri.

"Ada nelayan yang pas di sana melihat mereka nyebur kemudian nelayan itu menghampiri dia dengan perahu (jukung). Akhirnya diambil dia (nelayan), dia (turis) bilang ambil motor itu silakan kamu ambil. Nah motor itu sudah kita cek ke bengkel motor itu sementara bodong," ujar Suartini.

"Karena masyarakat nelayan sudah kita panggil kemarin untuk klarifikasi karena tidak bisa bahasa asing mungkin dia bukan bahasa Inggris ya akhirnya sampai saat ini lagi dilidik di mana tempatnya kita lagi berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dikoordinasikan dengan Imigrasi, sementara motornya sudah diambil oleh masyarakat yang ada di sana nelayan yang ada di sana," tambahnya.

Sementara itu, motor tersebut juga sempat dibawa ke bengkel oleh nelayan untuk diperbaiki. Dan saat ini motor sudah diamankan di Polres Karangasem, Bali.

"Begitu diambil sudah dibawa ke bengkel sekarang," tegas Suartini.

Pemda Kena Tegur Polisi

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menegur pemerintah daerah (pemda) Karangasem terkait masih adanya aktivitas masyarakat di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem. Teguran ini berdasarkan aksi turis Rusia yang menceburkan diri serta motor yang dikendarainya ke laut.

"Memang saya kemarin negur ke pemerintah daerah karena statusnya kan pelabuhannya itu sudah ditutup ya, karena memang dulu pelabuhan untuk kapal pesiar, jadi sudah lama tidak operasional lagi. Kok banyak aktivitas masyarakat di sana," kata Suartini saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Polisi saat ini telah melakukan penelusuran terhadap turis tersebut. Menurut Suartini, pelabuhan tersebut sudah tutup dan sudah tidak beroperasi.

Lebih lanjut Suartini menegaskan sebetulnya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di pelabuhan tersebut. Dan saat ini pihak kepolisian akan melakukan rapat kordinasi dengan pemda setempat.

"Sebenarnya kan tidak boleh (ada aktivitas) ya kan. Kalau memang sudah ditutup, tidak boleh. Kemarin saya juga sudah menegur pemerintah daerah, hari ini mau dirapatkan terkait kegiatan tersebut," ujar Suartini.

(aan/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT