Anggota DPRD WO Saat PSI Pidato, M Taufik Singgung Konsistensi Partai-Fraksi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 14 Des 2020 16:57 WIB
M Taufik usai Rapat Pripurna DPRD DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra M Taufik mengomentari tindakan anggota Dewan yang keluar atau walk out saat Fraksi PSI membacakan pandangan dalam rapat paripurna. M Taufik menyebut tindakan itu harus menjadi bahan untuk koreksi internal PSI.

"Saya kira ini bagian dari koreksi karena fraksi itu kepanjangan tangan partai," kata Taufik kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Taufik menyebut Fraksi PSI tidak mempermasalahkan soal anggaran rencana kinerja tahunan (RKT) senilai Rp 8 miliar, tapi DPW PSI DKI Jakarta mempermasalahkannya. Seharusnya, antara fraksi dan pimpinan struktur partai harus satu suara.

"Mestinya suara fraksi adalah suara partai, jangan fraksinya bersuara A kemudian partainya bersuara B akhirnya mana yang dipegang, ini kan bagian dari koreksi aturannya begitu aturannya adalah fraksi perpanjangan tangan partai," tuturnya.

Bagi Taufik, aksi walk out-nya semua anggota DPRD hanya sebuah spontanitas. Dia menyebut hal ini sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengoreksi PSI.

"Kesepakatan ini bagian koreksi saja supaya menyadari oleh kawan-kawan lainnya, saya kira itu. Ya spontan saja, atraksi, semua keluar," ucapnya.

Diketahui, Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta diwarnai aksi walk out dari para perwakilan fraksi partai. Hal ini terjadi saat PSI menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ).

Bagaimana cerita aksi WO anggota DPRD saat PSI bacakan pandangan di rapat paripurna? Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2