3 Nama Lolos Seleksi Sekda DKI, PKB: Marullah Ada Plusnya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 05:22 WIB
Hasbiallah Ilyas merupakan Ketua DPW PKB DKI Jakarta
Hasbiallah (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Panitia Seleksi (Pansel) telah mengirimkan tiga nama calon sekretaris daerah DKI Jakarta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). PKB DKI Jakarta menilai tiga nama yang akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kapasitas yang sama.

Tiga nama yang akan menggantikan almarhum Saefullah itu adalah Sri Haryati, yang saat ini menjabat Asisten Sekda Bidang Ekonomi; Marullah Matali, yang saat ini menjabat Wali Kota Jakarta Selatan; dan Sigit Wijatmoko, yang saat ini menjabat Wali Kota Jakarta Utara. PKB DKI menilai Marullah memiliki kelebihan dan dekat dengan tokoh masyarakat DKI.

"Tiga-tiganya bagus, memang ASN yang punya kriteria dan mengerti permasalahan Jakarta untuk membantu Pak Gubernur. Memang kalau secara keahlian, mengerti tentang Jakarta tiga-tiganya pahamlah tentang Jakarta. Cuma memang Marullah ini ada plusnya," kata Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Hasbiallah Ilyas kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

"Bahwa Marullah ini satu dia putra daerah, kedua dia dekat dengan semua komunitas, terutama komunitas ulama di dekat, tokoh agamalah. Perbedaan di situ saja, Sekda kan bukan hanya memahami soal pemerintahan, orang ketiga di Pemprov DKI itu paling tidak harus mengerti kondisi masyarakat juga," sambungnya.

Hasbiallah berharap Marullah terpilih menjadi Sekda DKI Jakarta. Dia menilai Marullah memiliki kelebihan di bidang kemasyarakatan.

"Paling tidak PKB berharap ada putra daerah yang lebih dimajukanlah, dari sisi kemasyarakatannya. Kalau kapasitasnya mereka samalah ketiga itu. Dekat dengan tokoh masyarakat dan beliau asli orang DKI, dan juga semuanya dari bawah, Bu Sri dari bawah, Pak Sigit, semuanya sama," jelasnya.

Hasbiallah berharap Sekda DKI Jakarta segera ditetapkan. Sebab Sekda memiliki tanggung jawab yang besar.

"Harapan PKB secepatnya lah diputus karena Jakarta butuh Sekda, barometer Indonesia, anggaran juga terbesar di Indonesia, 87 triliun, paling tidak Sekda sudah jangan pejabat sementara itu," katanya.