Brigjen Prasetijo Bantah Bantu Djoko Tjandra Kabur: Saat Itu Tak Ada di DPO

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 19:58 WIB
Djoko Tjandra kembali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo hadir sebagai saksi.
Brigjen Prasetijo Utomo (Ari Saputra/detikcom)

Dalam perkara ini, Prasetijo dituntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa menyakini Prasetijo bersalah karena memerintahkan untuk dibuatkan surat jalan, surat keterangan bebas COVID, dan surat kesehatan palsu Djoko Tjandra. Padahal Djoko Tjandra saat itu berstatus terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, yang jadi buron sejak 2009.

Dalam perbuatan, jaksa mengatakan Prasetijo memerintahkan Kompol Dody Jaya selaku Kaur TU Ro Korwas PPNS Bareskrim Polri membuat surat jalan palsu Djoko Tjandra. Sementara itu, untuk surat keterangan bebas COVID dan surat kesehatan palsu, ia memerintahkan saksi Etty Wahyuni.

Selain itu, jaksa menilai Prasetijo sebagai anggota Polri harusnya ikut menangkap buron, dalam hal ini Djoko Tjandra, namun malah membantunya. Jaksa juga menilai Prasetijo terbukti menghilangkan barang bukti dengan menyuruh anak buahnya membakar semua surat jalan palsu tersebut.

Atas perbuatan, Prasetijo dinilai melanggar tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1, Pasal 426 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 KUHP ayat 1, dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Halaman

(ibh/dnu)