Surat Suara Pilkada Dicoret-coret, Perludem: Bentuk Kemarahan Pemilih

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 14:10 WIB
Direktur Perludem, Titi Anggraini (Lisye-detikcom)
Direktur Perludem, Titi Anggraini (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Surat suara bertulisan 'Korup Lu Pada' ditemukan di TPS 47 Rempoa, Ciputat Timur, Tangsel, saat Pilkada 2020 kemarin. Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan Demokrasi (Perludem) menilai hal ini bentuk ekspresi dari kemarahan masyarakat.

"Banyaknya stigma bahwa calon terafiliasi dengan korupsi atau koruptor, juga jadi pertanda betapa sudah muaknya masyarakat dengan praktik korupsi yang selama ini banyak melibatkan para politikus kita. Dan kemarahan masyarakat itulah yang mereka ekspresikan dengan coretan-coretan di surat suara. Bahwa publik sudah muak dan benci dengan perilaku koruptif yang dipraktikkan oleh oknum-oknum politisi kita," ujar anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Titi mengatakan kejadian ini seharusnya menjadi bahan untuk partai politik melakukan introspeksi. Menurutnya, introspeksi ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki proses rekrutmen dengan transparan, akuntabel, dan demokratis.

"Lagi-lagi mestinya parpol jadikan ini sebagai lecutan untuk introspeksi diri dan berbenah agar partai bisa benar-benar berfungsi, sesuai keberadaannya serta sejalan dengan apa yang menjadi kebutuhan dan kehendak masyarakat," kata Titi.

"Mesti menjadi evaluasi bagi partai politik untuk merefleksi lagi rekrutmen politik yang mereka lakukan. Ternyata ada aspirasi yang terputus yang dirasakan warga terkait dengan calon-calon yang diusung oleh parpol sehingga parpol perlu berbenah di dalam memastikan proses rekrutmen politik yang mereka lakukan berjalan transparan, akuntabel, dan demokratis, agar ada rasa saling memiliki antara pemilih dengan calon yang diusung oleh parpol," sambungnya.

Titi juga menyebut perilaku pemilih ini menjadi bukti adanya kesenjangan suara antara pemilih dan partai politik sehingga timbulah sikap ketidakpuasan dengan mencoret-coret surat suara.

Selanjutnya
Halaman
1 2