Habib Rizieq Minta Pendukung Sabar soal 6 Laskar Tewas: Tempuh Prosedur Hukum

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 16:18 WIB
Rizieq Shihab, leader of the Indonesian hardline Muslim group FPI (Front Pembela Islam or Islamic Defender Front), arrives at the police headquarters in Jakarta on January 23, 2017. - Shihab was summoned as a witness by police over allegations he insulted rupiah bank notes by saying they contained communist symbols. (Photo by ADEK BERRY / AFP)
Habib Rizieq Shihab (Foto: AFP/ADEK BERRY)

Habib Rizieq mengatakan enam anggota laskar FPI yang meninggal telah menjalankan tugasnya untuk mengawal ulama. Dia berdoa agar enam anggota laskar itu diterima di sisi Allah.

"Jangan lupa, syuhada kita yang 6 ini, Saudara, mereka sudah melakukan tugasnya, jihadnya menjaga ulama dan mereka sudah mendapatkan hadiah dari Allah mati sebagai syahid. Insyaallah syuhada mereka, diterima oleh Allah," sebut Habib Rizieq.

Lebih lanjut Habib Rizieq mengatakan sejumlah ormas Islam telah menyatakan sikap terkait insiden penembakan ini. Ormas-ormas Islam, sebut Rizieq, meminta agar dibentuk tim independen untuk mengusut penembakan tersebut.

"Saya tidak ingin berpanjang lebar lagi, tapi sekali lagi bahwa DPP FPI sudah berkomitmen dengan seluruh ormas-ormas Islam yang ada, bagaimana ormas-ormas Islam sudah memberikan pernyataan sikap, berbagai kalangan di mana kita kompak semua satu kata bahwa harus dibentuk tim pencari fakta independen yang melibatkan seluruh elemen, yang melibatkan Komnas HAM, Amnesty International, dan bahkan kami minta juga Komnas HAM anak untuk ikut berbuat, karena di dalam kejadian itu ada terlebih 3 bayi dan masih ada lagi, yaitu 4 balita, ditambah satu lagi balita dari salah seorang anak kerabat kami," jelasnya.

Habib Rizieq berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh institusi kenegaraan mengungkap fakta tewasnya enam anggota laskar FPI itu. Sehingga akan diketahui fakta yang sebenarnya.

"Maka itu, saya ajak semua elemen bangsa ini, dari mulai presidennya, DPR-nya, dan seluruh institusi kenegaraan secara bersama-sama untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, apa yang terjadi di balik semua ini," katanya.

Habib Rizieq juga membenarkan kronologi yang diberikan oleh FPI melalui siaran pers. Dia juga mengaku memberikan kesaksian pada rilis itu.

"Keterangan pers yang resmi telah dikeluarkan Front Pembela Islam yang sah tentang kronologi penembakan yang terjadi isinya adalah benar. Sekali lagi saya sampaikan, kronologi yang sudah dibuat, yang disebarluaskan oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam, saya memberikan kesaksian sebagai salah satu saksi korban ada dalam kejadian bahwa isi keterangan pers itu benar," sebutnya.

Habib Rizieq kemudian menceritakan kejadian malam itu. Dia mengaku tak menduga ada pihak yang ingin menghalangi mobilnya saat menuju Karawang.

"Pada saat kejadian, tidak ada satu pun di antara kami, baik saya dan keluarga maupun seluruh laskar yang pengawal, yang begitu setia yang ingin, yang mengira kalau yang melakukan pengejaran, memepat, mengganggu adalah dari kepolisian. Sama sekali kami tidak menduga, kami tidak pernah mengira, apalagi kami menunjuk. Yang kami tahu, mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami dan jumlah mereka bukan satu-dua tiga mobil, banyak sekali mobil saling silih berganti berupaya untuk maju ke depan, untuk bisa sampai ke mobil Habib Hanif, yang persis ada di belakang saya, bahwa untuk bisa mencapai mobil saya yang ada di depan," katanya.

Penjelasan polisi terkait penembakan ini pada halaman selanjutnya.