Polri Pastikan Propam Profesional soal Investigasi Penembakan 6 Laskar FPI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 15:36 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
Irjen Argo Yuwono (Foto: dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri sedang menginvestigasi tindakan bela diri anggota Polda Metro Jaya terkait penembakan 6 anggota laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Polri memastikan Div Propam mengevaluasi dan bersikap profesional dalam bertugas.

"Propam mengawasi, mengevaluasi, bukan memeriksa (polisi yang terlibat). Anggota profesional dalam pelaksanaan tugas," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (9/12/2020).

Argo tak memerinci lebih jelas bagaimana evaluasi yang akan dilakukan propam dalam kasus ini. Dia meminta semua pihak bersabar.

"Sementara nggak boleh tahu," katanya ketika ditanya apa bentuk evaluasi dari propam.

Diketahui, Polri memastikan kasus enam pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditembak di Tol Jakarta-Cikampek akan diusut secara transparan. Nantinya, proses penyelidikan akan diawasi oleh Divisi Propam Polri.

"Semua tindakan yang dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Argo menuturkan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sudah membentuk tim untuk mengawasi kasus tersebut. Kasus penembakan tersebut, kata Argo, kini ditarik ke Mabes Polri.

"Kadiv Propam sudah membentuk tim. Saat ini kasus tersebut sudah ditarik ke Mabes Polri," tuturnya.

Kasus ini bermula saat upaya pengejaran polisi terhadap pengikut Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek mendapat perlawanan. Pengikut Habib Rizieq dan aparat kepolisian terlibat baku tembak hingga menewaskan enam pengikut Habib Rizieq.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga, terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal sebanyak enam orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12).

Fadil Imran menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Petugas kepolisian mulanya melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi adanya rencana pengerahan massa mengawal Habib Rizieq terkait pemeriksaan pada Senin (7/12). Polisi kemudian menyelidiki informasi tersebut dan melakukan pembuntutan.

"Berawal dari informasi ada pengerahan massa ada saat MRS dilakukan pemeriksaan di PMJ dari berbagai sumber, termasuk rekan media mungkin dengar berita melalui WAG bahwa ada pengerahan massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya. Terkait hal tersebut, kami kemudian melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut," paparnya.

Tonton video '6 Pengikut HRS Mati Ditembak Polisi, FPI Ungkap Kondisi Jenazahnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya baca di halaman berikutnya.