Round-Up

Jejak Kasus Wanita Medan Potong Jari demi Asuransi Berujung 7 Bulan Bui

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 07:50 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
Foto Ilustrasi Sidang (Reuters)
Medan -

Aneh tapi nyata, seorang perempuan di Medan, Sumatera Utara (Sumut), memotong empat jarinya hingga putus. Peristiwa ini terjadi pada Mei lalu.

Erdina Sihombing mengatakan aksi nekatnya dia lakukan agar dapat klaim asuransi. Erdina semula mengaku empat jarinya putus karena dibegal.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 bulan," demikian putusan hakim seperti dilihat dalam situs SIPP PN Medan, Selasa (8/12/2020).

Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 220 KUHP. Majelis hakim juga menetapkan Erdina tetap berada dalam tahanan.

Dia dinyatakan bersalah membuat pengaduan atau laporan palsu terkait jari tangannya yang dipotong.

"Menyatakan terdakwa Erdina Br Sihombing tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tindak pidana Dengan sengaja melakukan pemberitahuan atau pengaduan palsu sebagaimana didakwakan di dalam dakwaan ketiga," demikian putus hakim.

Pada Jumat (15/5) lalu, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengungkap kasus Erdina. Dia mengatakan Erdina memotong jarinya sendiri dengan parang.

"Kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang. Motifnya adalah karena tekanan ekonomi dan dililit utang agar mendapat klaim asuransi," jelas Martuani kala itu.

Erdina kemudian disebut mengarang cerita bahwa dirinya menjadi korban begal di Jalan AR Hakim Medan pada Jumat (1/5) sehingga jarinya putus dan kehilangan uang Rp 4 juta. Martuani mengatakan Erdina diduga memotong jarinya agar penyidik percaya.

"Agar meyakinkan penyidik bahwa dia memang dibegal," tuturnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terkait laporan Erdina soal begal tersebut. Setelah dicek, tak ada aksi begal seperti yang dimaksud Erdina.

"Yang pasti ini adalah kasus pertama di lingkungan Polda Sumut dan saya bersyukur para penyidik tidak bisa ditipu," tuturnya.

Baca lanjutan artikel di halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2