Kisah 3 Orang Disebut KPK Layak Diteladani, Ada yang Tolak Cek Rp 100 Juta!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 20:28 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

KPK memberikan penghargaan kepada tiga tokoh karena kejujurannya menolak gratifikasi. Tiga tokoh itu berasal dari tiga instansi yang berbeda.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan memberikan langsung penghargaan tersebut kepada ketiga tokoh tersebut. Ketiganya adalah pengamanan pengawalan kereta di PT Kereta Commuter Indonesia Wahyu Listyantara, penghulu madya dan Kepala KUA Kecamatan Cimahi Tengah Budi Ali Hidayat, serta Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko Apriansyah.

Berikut ini kisah 3 orang yang diberi penghargaan KPK:

1. Wahyu Listyantara

Wahyu merupakan anggota Brimob Polri sejak 2008, yang memutuskan pensiun dini pada 2018. Saat ini ia menjadi pegawai tetap PT KCI.

"Dalam kondisi kesulitan keuangan dan tinggal sendirian di sebuah kos sederhana, seorang rekanan PT KCI mengajak makan siang bersama. Saat makan siang bersama, Wahyu bercerita tentang kesulitan-kesulitannya saat itu karena telah menganggap orang tersebut sebagai teman," kata Plt Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati, Selasa (8/12/2020).

Kemudian, orang tersebut bersimpati dan memberi sebuah amplop berisi satu lembar cek senilai Rp 100 juta. Cek tersebut ia sebut sebagai bantuan kepada Wahyu agar dapat membeli rumah.

"Wahyu sudah menolak pada kesempatan pertama namun pihak pemberi tetap memaksa. Merasa tidak enak hati karena sudah mengenal lama, akhirnya Wahyu terpaksa menerima," katanya.

Setelah menerima cek, Wahyu curhat kepada temannya tentang keberatan hati menerima cek tersebut. Lalu temannya menyarankan agar Wahyu melapor ke KPK.

Keesokan harinya, Wahyu ke bank untuk memastikan apakah benar cek tersebut dapat dicairkan. Setelah mengetahui bahwa cek tersebut bisa dicairkan, Wahyu kemudian melaporkan penerimaan tersebut dan menitipkan uang tersebut kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) PT KCI serta menyampaikan laporan tersebut sebagai laporan gratifikasi.

"Dari peristiwa ini, dapat dipahami bahwa melaporkan gratifikasi membutuhkan suatu integritas yang tinggi. Apalagi Wahyu dihadapkan dalam dilema berada dalam kondisi membutuhkan uang tersebut," ujar Ipi.