5 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Sumut, 5 Tersangka Ditangkap

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 19:54 WIB
Bareskrim Polri memusnahkan 5 hektare ladang ganja di Mandailing Natal, Sumut (dok Istimewa)
Bareskrim Polri memusnahkan 5 hektare ladang ganja di Mandailing Natal, Sumut. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan 5 hektare ladang ganja di Pegunungan Torsipira Manuk, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut). Ladang ganja tersebut milik seorang tersangka bernama Mukri.

Ladang ganja tersebut berada di ketinggian 1.020 meter di atas permukaan laut (MDPL) Pegunungan Torsipira Manuk, Desa Pardomuan Hutatua, Panyabungan Timur, Mandailing Natal.

"Pemusnahan 5 hektare ladang ganja milik tersangka Mukri dengan cara dicabut kemudian dibakar," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Selasa (8/12/2020).

Bareskrim Polri memusnahkan 5 hektare ladang ganja di Mandailing Natal, Sumut (dok Istimewa)Ganja tersebut dicabut dan langsung dibakar (Foto: dok Istimewa)

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar menjelaskan pemusnahan ladang ganja tersebut terkait dengan pengungkapan kasus jaringan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Barat, dan Jakarta.

Dalam pengungkapan kasus ini, Bareskrim bekerja sama dengan sejumlah pihak.

"Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian pengungkapan kasus peredaran gelap ganja jaringan Madina-Sumbar-Jakarta oleh Satgas NIC Ditipidnarkoba bekerja sama dengan Ditresnarkoba Polda Sumut, Satresnarkoba Polres Madina, dan tim Bea-Cukai pada 2-5 Desember 2020," ujar Krisno.

Bareskrim Polri memusnahkan 5 hektare ladang ganja di Mandailing Natal, Sumut (dok Istimewa)Ladang ganja tersebut berada di ketinggian 1.020 mdpl (Foto: dok. Istimewa)

Dalam pengungkapan tersebut, petugas gabungan mengamankan barang bukti sebanyak 283 kilogram (kg) ganja, 1 unit mobil, dan menangkap 5 orang tersangka.

"Yang berperan sebagai pemilik ladang ganja, tukang angkut, pemesan, dan bagian keuangan, sindikat dibongkar tuntas dari berbagai tiga TKP di Madina, Bukittinggi, dan Padang," ucap Krisno.

Krisno juga mengimbau pemerintah untuk melakukan rekayasa sosial sehingga petani ganja mau berpindah menjadi petani tanaman produktif.

(jbr/idh)