Muhammadiyah Desak Polisi Investigasi Terbuka Penembakan 6 Anggota FPI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 11:19 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Abdul Mu'ti (Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak polisi menginvestigasi penembakan kepada 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI). Muhammadiyah berharap kasus tewasnya pengikut Habib Rizieq Shihab ini diusut dengan transparan.

"Sebaiknya kepolisian bersikap terbuka dan merespons permintaan investigasi secara positif untuk menjawab berbagai spekulasi di masyarakat yang menengarai polisi telah melakukan kekerasan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (8/12/2020).

Mu'ti meminta masyarakat tenang. Dia berharap masyarakat tidak terprovokasi atas berita dari sumber yang tidak jelas.

"Kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, agar menyikapi masalah dengan jernih dan tenang serta tidak terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya dan belum pasti kebenarannya," kata dia.

Lebih lanjut, Muhammadiyah juga mengapresiasi FPI yang meminta Komnas HAM membentuk tim investigasi. Menurutnya, langkah tersebut adalah cara yang elegan dan damai.

"Saya mengapresiasi langkah FPI yang meminta Komnas HAM mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM oleh polisi. Saya juga mengapresiasi Komnas HAM yang merespons positif dengan membentuk tim investigasi. Itu inisiatif dan jalan penyelesaian yang damai dan elegan," tutur dia.

Penembakan terhadap 6 anggota FPI terjadi pada Senin (7/12) dini hari. Insiden ini terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat anggota FPI mengawal Habib Rizieq Shihab yang hendak menuju Karawang.

Simak detail peristiwa penembakan pada halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2