CCTV di TKP Penembakan Laskar FPI Mati, Ini Penjelasan Jasa Marga

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 10:39 WIB
Sejumlah pemotor terpantau masih melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Jumat (4/10). Padahal di jalan protokol ini telah terpasang CCTV.
Ilustrasi CCTV (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Senin dini hari. PT Jasa Marga mengatakan kamera pengintai atau CCTV di Tol Japek Km 49 hingga Km 72 mengalami gangguan pada saat insiden itu terjadi.

PT Jasa Marga melalui anak usaha yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), menjelaskan bahwa ada gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di Km 48+600 sejak Minggu (06/12) pukul 04.40 WIB. Gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) sampai Km 72+000 (Cikampek) menjadi offline atau mati.

"Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melaporkan hal tersebut sejak hari Minggu (06/12) pada pukul 06.00 WIB kepada tim inspeksi untuk kemudian melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut," kata Direktur Utama PT JMTO Raddy R. Lukman dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (8/12/2020).

Raddy mengatakan petugas tidak langsung melakukan perbaikan lantaran kondisi hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas. Perbaikan diselesaikan pada Senin sore.

"Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (07/12) sekitar pukul 16.00 WIB," tutup Raddy.

Diketahui insiden penembakan anggota FPI terjadi di Jalan Tol Jakarta Cikampek sekitar Km 50. Enam dari 10 pengikut Habib Rizieq tewas ditembak polisi pada Senin (7/12) dini hari.

Tonton video 'Kesaksian Warga di Km 50 Tol Japek Soal Penembakan Pengikut Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2