Viral Warga Dianiaya Orang Ngaku Petugas Leasing Motor, Polisi Turun Tangan

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 22:16 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Jakarta -

Viral video di media sosial seorang warga menjadi korban kekerasan oleh dua orang yang mengaku sebagai penagih hutang atau leasing motor. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus itu.

Dalam video tersebut terlihat korban mengaku motornya hendak diambil oleh dua orang pelaku. Korban terlihat dipukul oleh salah satu pelaku dengan menggunakan helm. Peristiwa tersebut sendiri terjadi di daerah Cakung, Jakarta Timur sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Cakung Kompol Satria membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan korban sedang berada dalam perjalanan pulang. Kemudian, dijegat oleh dua orang yang mengaku sebagai tukang kredit motor.

"Jadi korban ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah terus dicegat dari belakang sama dua orang yang mengaku debt collector mau menanyakan angsuran tunggakan kredit motor korban," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria saat dihubungi wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Menurut Satria, korban sempat melawan kedua pelaku. Korban mengaku tidak pernah memiliki tunggakan motor kepada kedua pelaku tersebut.

Korban, sambung Satria, juga telah menunjukkan bukti surat-surat kepemilikan motor yang sah tanpa adanya tunggakan kepada leasing motor atau kredit motor.

Satria menambahkan, pihaknya menduga hal tersebut sebagai salah satu modus pelaku untuk melakukan penipuan hingga perampasan kepada motor korban.

"Ini pelaku biasanya mencoba menipu dari korban dia melakukan ini secara random. Kalau pas korban memang membeli secara kredit dan mungkin juga korban ada tunggakan ini jadi modusnya dia untuk mengambil kendaraan motornya," ujar Satria.

"Tapi korban yang ini sesuai keterangan bisa nunjukin bukti sah maka alasan pelaku yang ngaku petugas leasing nagih kredit itu tidak kena," sambungnya.

Lebih lanjut, Satria mengatakan kedua pelaku kini masih dalam pengejaran pihaknya. Polisi pun telah memeriksa keterangan beberapa saksi di lokasi.

"Masih kita kejar sampai sekarang ya. Masih proses penyidikan kami," pungkasnya.

(hel/hel)