KPAI Sesalkan Kasus Anak Dipukuli Ayah Tiri saat Kerjakan PR Berakhir Damai

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 13:07 WIB
eye of boy through key whole, child abuse concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God
Bekasi -

Kasus seorang anak di Bekasi, Jawa Barat, yang dipukuli oleh ayah tirinya karena tidak bisa mengerjakan tugas sekolah berakhir damai. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan kasus tersebut berakhir damai.

"KPAI menyayangkan putusan damai tersebut, karena tidak melindungi anak dan kemungkinan besar pelaku tidak mendapatkan efek jera. Padahal anak korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh karena pukulan," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti, dalam keterangannya, Jumat (4/12/2020).

Retno berpendapat anak berumur 7 tahun sangat wajar kesulitan dalam mencerna pelajaran. Kekerasan terhadap anak yang kesulitan belajar bukan merupakan sebuah solusi.

"Kekerasan yang diterima si anak saat belajar, mengakibatkan anak korban makin sulit menerima pelajaran karena rasa cemas dan ketakutan saat belajar. Ini juga bisa memicu anak tidak menyukai belajar ke depannya," ucap Retno.

KPAI turut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk memenuhi hak rehabilitasi medis korban akibat luka fisik. Selain itu, Retno juga meminta perwakilan Pemkot Bekasi mengunjungi rumah korban untuk memberikan hak rehabilitasi psikologis.

"KPAI mengapresiasi kepolisian yang telah cepat tanggap dengan mendatangi rumah korban, meskipun ibu korban menolak melaporkan, sehingga berakhir damai. Padahal kekerasan terhadap anak ini merupakan tindak pidana, baik dalam UU KDRT maupun dalam UU Perlindungan Anak, seharusnya tidak damai, apalagi kekerasan ini kerap dilakukan oleh terduga pelaku," imbuhnya.

Kasus ini bermula ketika video tangisan histeris seorang anak dari dalam rumah viral di media sosial. Disebut-sebut, kejadian itu terjadi di salah satu kompleks di Bekasi, Jawa Barat, pada kemarin (3/12) sore.

Dalam video yang beredar menampilkan sebuah rumah bercat kuning. Video itu diambil dari seberang rumah.

Terdengar suara tangisan seorang anak kecil. Tangisan itu sangat nyaring.

"Sempat tinggal di sini, terus kosong rumahnya 2-3 tahun, balik lagi, ya ini bareng istri baru sama anak tirinya yang sekarang. Anak tirinya disiksa, dengerin aja dari awal video. Tuh, kedengaran," ujar perekam video.

"Dia tuh hampir tiap hari diginiin (disiksa) sampai dikunciin di luar, sampai nggak dikasih makan, tetangga tuh bingung mau dilaporin apa nggak karena urusan keluarga," lanjutnya.

Simak video 'Polisi Tangkap Ibu Aniaya Balita di Ciputat':

[Gambas:Video 20detik]