Gatot Sebut Seperti Era Orde Baru, PPP: TNI Masih Profesional!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 13:51 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PDIP dan PPP menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi. Diskusi itu membahas perihal TKI yang dihukum mati tanpa notifikasi.
Syaifullah Tamliha (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut TNI seperti saat era Orde Baru (Orba) dan menyinggung soal profesionalisme. Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha meyakini TNI masih profesional.

"Secara kelembagaan, TNI masih profesional dan kita juga tidak bisa menutup diri bahwa masih ada oknum TNI yang belum sepenuhnya kembali ke khitahnya," kata Tamliha kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Anggota Komisi I DPR RI ini menceritakan, pada era Orde Baru, TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tapi juga sebagai alat pertahanan penguasa dengan keterlibatan ABRI. Pada era itu, tentara turut serta sebagai pelaku politik praktis yang mengawal perintah penguasa atau dikenal dengan istilah Dwifungsi ABRI.

Era sekarang ini, kata Tamliha, TNI tidak turut dalam politik praktis seperti dipilih dalam pemilihan legislatif dan pilkada, kecuali anggota TNI tersebut telah pensiun. Secara institusi, menurut Tamliha, TNI tidak berpolitik praktis.

"Saya mencermati bahwa TNI masih dalam koridor yang benar sebagai alat pertahanan negara sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI," ujarnya.

Tamliha memang tak menampik jika ada sejumlah oknum anggota TNI tampak seperti berpolitik praktis. Hal itu, menurut Tamliha, masih dapat diperbaiki oleh Panglima TNI dan kepala staf.

"Namun, jika ada oknum TNI yang tersirat berperilaku politik, kewajiban Panglima TNI bersama kepala staf TNI untuk melakukan doktrinisasi kembali agar TNI berjalan dalam koridor yang benar," imbuhnya.

Simak video 'Gatot Nurmantyo: TNI Terlihat Seperti Era Orde Baru':

[Gambas:Video 20detik]