Pangdam Jaya Harap Tak Ada Lagi Kerumunan: Jangan Merasa Benar Sendiri

Taufieq Renaldi Arfiansyah - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 22:56 WIB
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Taufieq Renaldi/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta warga Jakarta tidak lagi membuat kerumunan lebih dari lima orang. Dia mengingatkan kepada semua pihak supaya tidak merasa benar sendiri.

"Jangan merasa dirinya benar sendiri ya yang berakibat kepada masyarakat, kasihan rakyat kita, yang tidak paham sehingga menjadi korban dari COVID-19 ini," ujar Dudung di RSD Wisma Atlet, Kebayoran, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Dudung pun mengingatkan soal Perda COVID-19 yang telah diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk ditaati. Dia menyebut pasien COVID-19 di Wisma Atlet didominasi oleh warga Jakarta.

"Jadi saya berharap tidak ada lagi kerumunan-kerumunan masyarakat yang lebih dari lima orang. Khusus wilayah DKI 85% itu pasien yang ada di Wisma Atlet adalah penduduk DKI dan 15 persennya adalah di luar DKI," jelas dia.

Dia pun mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menegakkan aturan dengan tertib. Dudung yang juga selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Penanganan Pasien COVID-19 (Pangkogasgabpad) mengingatkan bakal menindak tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Saya tentunya dengan kepolisian akan menindak tegas sekarang kepada para pelaku pelaku yang membuat pelanggaran-pelanggaran," kata Dudung.

Kunjungan Dudung ke Wisma Atlit ini untuk mendukung kegiatan operasional. Dia mengatakan mengumpulkan sejumlah relawan untuk memberikan semangat karena sudah berjuang selama 9 bulan demi pasien yang terinfeksi Corona.

"Mereka adalah pahlawan-pahlawan muda yang mau berkorban demi bangsa dan negaranya. Oleh karenanya saya sampaikan agar tetap pegang teguh disiplin, pegang teguh juga protokol kesehatan jangan sampai akan menjadi korban," ujarnya.

"Kemudian juga tetap pegang teguh juga loyalitas sesama dan setiap perkembangan-perkembangan yang terjadi agar diantisipasi sehingga jangan sampai ada pengaruh-pengaruh dari luar yang nantinya akan mengganggu ketentraman di dalam melaksanakan kegiatan kegiatan di sini," tambah dia.

(idn/idn)