Wakil Ketua MPR Sebut Ledakan Kasus COVID-19 Harus Jadi Bahan Evaluasi

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 22:50 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan ledakan kasus positif COVID-19 yang berulang kali terjadi seharusnya menjadi bahan evaluasi. Khususnya untuk sejumlah langkah pengendalian yang dijalankan saat ini agar ke depannya dapat lebih baik lagi.

"Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi mencari-cari kesalahan pihak lain, karena penambahan kasus baru itu merupakan kesalahan bersama. Harus diakui kita belum mampu membuat masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata wanita yang akrab disapa Rerie itu dalam keterangannya, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, upaya evaluasi sejumlah langkah pengendalian COVID-19 di sejumlah daerah merupakan tindakan yang dibutuhkan saat ini. Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat pada Minggu (29/11) terjadi rekor penambahan kasus 6.267 dalam satu hari. Pada Kamis (4/12) pecah lagi rekor menjadi 8.369 kasus dalam sehari.

Pertambahan kasus positif COVID-19 terus berulang. Menurut Rerie, hal itu sangat membutuhkan perbaikan strategi dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Pemerintah pusat dan daerah, lanjutnya, harus benar-benar berkolaborasi untuk menekan penyebaran COVID-19 agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi.

"Penambahan kasus baru COVID-19 dalam jumlah besar itu merupakan teguran keras bagi kita semua," ujarnya.

Tren penambahan kasus baru yang terus meningkat, ujarnya, harus dihadapi bersama dengan membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat, bahwa virus Corona masih menjadi ancaman yang serius.

Hentikan kegaduhan politik, tegas Rerie, agar semua pihak terutama pemerintah bisa fokus mengambil langkah-langkah penanggulangan pandemi COVID-19. Apalagi, pekan depan pada Rabu (9/12) digelar pemilihan umum kepala daerah serentak di 270 kabupaten/kota madya dan provinsi di Tanah Air.

Saat ini, Rerie berharap peran aktif dan keteladanan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik dalam menyadarkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pada Desember 2020 merupakan bulan yang rawan terjadi kerumunan massa. Selain Pilkada serentak, rangkain liburan akhir tahun ini juga sangat berpotensi menciptakan kerumunan.

Menghadapi kondisi tersebut, Rerie berharap adanya sejumlah perbaikan pengendalian agar para pemangku kepentingan dapat mengantisipasi ancaman ledakan penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

"Saya berharap pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak dan masyarakat mampu menghadirkan strategi yang tepat dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 yang hingga kini belum terlihat melandai grafik penularannya," pungkasnya.

(akn/ega)