Reaktif Corona, Bupati Banggai Laut dan 2 Tersangka Lain Dibantarkan

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 21:43 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung Baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), Wenny Bukamo (WB), yang menjadi tersangka KPK, dibantarkan karena tes Corona-nya menunjukkan hasil reaktif. Untuk sementara waktu, dia dibantarkan guna menjalani isolasi mandiri.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menerangkan, tak hanya Wenny yang hasil tesnya reaktif Corona. Dua tersangka lain juga disebutkan reaktif Corona. Keduanya adalah Recky Suhartono Godiman (RSG) selaku Komisaris Utama PT ABG (Alfa Berdikari Group) dan Hengky Thiono (HTO) selaku Direktur PT RMI (Raja Muda Indonesia).

"WB, RSG dan HTO, masing-masing dititipkan penahanannya sementara di Rutan Polres Luwuk kemudian dibantarkan untuk dilakukan isolasi mandiri karena terindikasi reaktif COVID-19," ujar Nawawi dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020).

Nawawi mengatakan per hari ini dilakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari terhitung hari ini sampai 23 Desember 2020. Untuk tersangka lainnya, ditahan di rutan berbeda.

"HDO ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, DK ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, AHO ditahan di Rutan KPK Kaveling C1," terang Nawawi.

Dalam kasus ini, enam orang ditetapkan sebagai tersangka antara lain:

1. Wenny Bukamo selaku Bupati Banggai Laut
2. Recky Suhartono Godiman selaku Komisaris Utama PT ABG (Alfa Berdikari Group)
3. Hengky Thiono selaku Direktur PT RMI (Raja Muda Indonesia)

Diduga sebagai pemberi:

1. Hedy Thiono (HDO) selaku Komisaris PT BBP (Bangun Bangkep Persada)
2. Djufri Katili (DK) selaku Direktur PT AKM (Antarnusa Karyatama Mandiri)
3. Andreas Hongkiriwang (AHO) selaku Direktur PT APD (Andronika Putra Delta)

Dalam perkara ini, suap itu diduga diterima Wenny untuk memenangkan rekanan tertentu agar kembali mendapatkan proyek pada dinas PUPR di Kabupaten Banggai Laut tahun anggaran 2020.

"WB selaku Bupati Banggai Laut diduga memerintahkan RSG (Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan WB) untuk membuat kesepakatan dengan pihak para rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di antaranya peningkatan sejumlah ruas jalan pada dinas PUPR Kabupaten Banggai Laut," ujar Nawawi.

Dari OTT yang dilakukan tim KPK ditemukan sejumlah uang dengan total Rp 2 miliar yang dikemas dalam kardus. Selain itu, ditemukan buku tabungan bonggol cek dan beberapa dokumen proyek.

Wenny diduga mengatur agar beberapa rekanan mendapatkan proyek jalan. Wenny pun dijanjikan akan mendapat uang imbalan dari pemberian proyek tersebut.

Wenny dkk disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan Hedy dkk disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(idn/knv)