Hotman Jelaskan Duduk Perkara Perusahaan Ponakan Prabowo soal Ekspor Benur

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:02 WIB
Pihak Hashim Djojohadikusumo Buka Suara Terkait Nama Keluarganya Diseret di Kasus Korupsi Benur
Foto: Arun/detikcom
Jakarta -

Hotman Paris menjelaskan duduk perkara perusahaan milik Saraswati Djojohadikusumo, PT Bima Sakti Mutiara, yang dikabarkan terseret kasus ekspor benur Menteri Perikanan dan Kelautan nonaktif Edhy Prabowo. Saraswati merupakan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Mulanya Hotman Paris mengkritik gambar di salah satu majalah media nasional yang dinilainya melakukan pencemaran nama baik. Majalah tersebut dianggap memasang karikatur ayah Saraswati, Hashim Sujono Djojohadikusumo.

"Sesuai Menteri Perikanan didapat, tiba-tiba keluar lagi tulisan yang sangat indah, para perompak benur, perompak apa artinya tahu nggak? Kalau di bajak laut kan... memang tidak disebutkan perompak benur itu Prabowo atau Hashim, tapi gambar di belakang pasti mirip Edhi Menteri Perikanan, ini siapa lagi kalau bukan gambar Pak Hashim, ini mirip wajah Prabowo," ujar Hotman dalam konferensi pers di Jetski Cafe, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Dalam majalah tersebut, kata Hotman, dituliskan bahwa PT Bima Sakti Mutiara sudah memperoleh izin ekspor benur. Namun Hotman mengatakan PT Bima Sakti Mutiara sampai hari ini belum mendapatkan izin.

"Padahal kenyataannya sampai hari ini, PT yang dipimpin Ibu (Saraswati) ini, PT Bima Sakti Mutiara, sampai hari ini belum mempunyai, masih menunggu kelengkapan izin ekspor," kata Hotman.

Hotman menyebut ada empat sertifikat lagi yang belum didapat oleh PT Bima Sakti Mutiara, sehingga bisa dipastikan PT Bima Sakti Mutiara belum mendapatkan izin ekspor benur.

"Artinya (PT Bima Sakti Mutiara) tidak pernah nyogok untuk mendapatkan surat itu," imbuh Hotman.

Hotman menjelaskan tidak ada kaitan PT Bima Sakti Mutiara dengan kasus yang menjerat Edhy Prabowo.

"Sampai ditangkap Pak Menterinya, izin ekspor belum ada. Jadi kenapa sampai ketangkap menteri dan orang-orangnya, total nggak ada kaitan-kaitannya karena nggak ada izin, padahal dia keponakan Prabowo lho. Kebetulan dia mau menempuh jalur resmi, tidak pakai sogok-sogokan dan kebetulan Ibu Sarah sedang sibuk calon mengikuti pilkada Wakil Wali Kota Tangsel," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, penangkapan Edhy Prabowo sewaktu menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh KPK berbuntut panjang dengan menyeret nama-nama seperti Hashim Djojohadikusumo dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

(isa/dhn)