Pilwalkot Makassar 2020

Debat III, Keempat Paslon Bicara Solusi Kekerasan terhadap Perempuan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 14:26 WIB
Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Makassar -

Debat ketiga dalam Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 turut membahas soal upah minimum (UM) khusus bagi pekerja perempuan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam debat ketiga ini, para pasangan calon (paslon) juga menyoroti soal kekerasan terhadap perempuan.

Paslon nomor urut 4, Yasin Limpo-Zunnun Nurdin Halid (None-Zunnun), berjanji menaikkan UM untuk pekerja perempuan. Pasangan ini mengusulkan hal tersebut untuk mengangkat stigma pekerja perempuan.

"Makanya kami berharap upah perempuan harus berbeda living cost-nya. Perempuan harus lebih tinggi sedikit, sehingga berbeda upah perempuan dan laki-laki sehingga daya tawar ekonominya kuat," kata None dalam debat Pilwalkot Makassar di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

"Perempuan di ketenagakerjaan punya stigma masih kurang. Kami bertekad meningkatkan upah minimum perempuan," imbuhnya.

None menyebut harus ada layanan khusus yang bersifat 24 jam yang berada di tingkat bawah, semisal RT dan RW, untuk perlindungan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, dia ingin ada penempatan satgas khusus untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, paslon nomor urut 1 Ramdhan (Danny) Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse (Danny-Fatma) berbicara tentang kekerasan perempuan di tempat kerja. Fatma menyebut perempuan harus lebih berani bersikap dan bersuara untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap mereka.

"Melaporkan karena hanya itu yang dapat mencegah hal tersebut," kata Fatma.

Simak video 'Survei CRC: Danny Pomanto-Fatma Unggul di Pilwakot Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana pendapat dua paslon lainnya? Silakan baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2