Debat Ketiga Pilwalkot Makassar, Ini Sikap Paslon soal Pembukaan Sekolah

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 10:34 WIB
Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Foto: Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Makassar - Debat III Piwalkot Makassar dimulai dengan tema penanganan COVID-19. Para pasangan calon Pilwalkot Makassar pun saling unjuk gigi terkait penanganan COVID-19 yang nanti akan dilakukannya.

Salah satu hal yang ditanyakan dalam debat kali ini adalah mengenai rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021 mendatang. Cawalkot Makassar Munafri Arifuddin (Appi) meminta rencana pembukaan itu harus dikaji secara detail.

"Usulan terhadap pembukaan sekolah harus diperhatikan detail, bagaimana anak anak kita kembali sekolah aman dan nyaman bagaimana kita membuka sekolah dengan sebuah persyaratan harus benar-benar ikuti protokoler Covid-19, khususnya yang dibuka pendidikan dasar, anak-anak SD belum ngerti soal virtual zoom kalau ini tidak terfasilitasi," kata Munafri Arifuddin (Appi) saat menjawab pertanyaan panelis, Jumat (4/12/2020).

Appi menilai pengutamaan pada pendidikan dasar pada masa pandemi sangat penting. Appi menyebut hal yang terburuk imbas pandemi kepada anak sekolah dasar adalah mundurnya pendidikan hinga 2-3 tahun ke belakang. Oleh karenanya, pihaknya akan merancang sistem khusus untuk anak-anak sekolah dasar.

Sementara, Danny Pomanto menyebut pembukaan sekolah pada Januari harus dipikirkan secara matang. Danny menyebut proses adaptasi yang hal pertama yang perlu dilakukan kepada para siswa.

"Jangan langsung masuk, ada jarak tertentu untuk membiasakan anak-anak masuk sekolah. Mungkin anak-anak perlu dulu masuk seminggu sekali ke sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, Fadli Ananda yang merupakan paslon nomor 3 bicara soal program penanganan COVID-19 yang akan dilakukannya jika menjabat kelak. Dia mengatakan proses preventif, kuratif, dan rehabilitasi sangat penting. Caranya dengan mengawasi sumber infeksi dan menahan laju infeksi COVID-19.

"Kami punya program SIDORA dengan memberikan pelayanan kelompok dan local influencer untuk mengedukasi. Kita butuhkan masyarakat yang edukatif dan adaktif daripada reaktif terutama di masa pandemi. Dalam pendidikan kami akan berikan WIfi Gratis di RT/RW," kata dia.

Terakhir, Irman Yasin Limpo (None) menegaskan pentingnya penerapan AI dan drone di tengah masyarakat. Hal ini dianggap sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Masuk ke fase berkembang, tumbuh dan adaptif untuk itu inilah kami memunculkan program diantaranya bagian AI masuk dalam penangan Covid, cukup masuk ke dalam handphone mau masuk ke kerumunan ada drone dipasang di beberapa," ujar None. (tfq/mae)