Pilwalkot Makassar 2020

Awali Debat Ketiga, None-Zunnun Ditanya Solusi Cerdas Penanganan COVID

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 09:39 WIB
Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar None-Zunnun (dok. Istimewa).
Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar None-Zunnun. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar - Pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 4 Irman Yasin Limpo-Zunnun Nurdin Halid atau None-Zunnun menjadi paslon pertama yang menyampaikan gagasan di debat ketiga Pilwalkot Makassar 2020. None-Zunnun ditanya soal solusi lain dari penanganan COVID-19 yang sudah dilakukan pemerintah selama ini.

"Pemerintah telah berupaya maksimal dengan melakukan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, serta mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap 3M, tapi hingga November sekitar 160 dokter dan sekitar 130 wafat, dan total yang wafat di Indonesia sudah 17 ribu lebih. Pertanyaannya, apakah ada solusi cerdas lainnya yang bisa diberikan dan dapat diterapkan dalam mengatasi masalah pandemi ini?" tanya panelis debat seperti yang dibacakan moderator debat Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Menjawab pertanyaan panelis, cawalkot Irman Yasin Limpo (None) menjelaskan terkait fase masyarakat beradaptasi dengan pandemi COVID-19. Fase ini harus menjadi pelajaran penanganan COVID ke depan.

"Fase pertama adalah di mana kita mengalami ketakutan, semua informasi kita makan, semua masker dan alat pelindung diri kita beli. Kemudian masuk pada di mana kita belajar, kita sudah bisa memisahkan informasi yang mana yang baik bagi kita dan mana informasi yang sampah," jelas None.

"Kita juga menskalaprioritaskan yang mana (pasien) yang perlu ke rumah sakit yang mana bisa isolasi mandiri. Demikian pula masuk pada fase berkembang, bertumbuh, dan adaptif, seperti saat sekarang," lanjutnya.

Dari tiga fase itu, None mengaku akan menerapkan program berbasis teknologi atau artificial intelligence untuk menangani COVID-19 ke depan. Di antaranya, sensor jaga jarak dari gadget yang dimiliki masyarakat hingga alat pendeteksi suhu tubuh di sejumlah titik.

"Jaga jarak cukup dengan early warning, di antara sistem handphone, mau dekat 1 meter bunyi sendiri, mau masuk di kerumunan scanner thermal yang kita pasang di tempat publik itu juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari inovasi kita membangun penanganan COVID secara cepat," tuturnya.

None menegaskan programnya itu untuk membuat masyarakat terbiasa dengan kewaspadaan terhadap COVID-19.

"Ini tinggal kesadaran, sisa bagaimana kita mengedukasi masyarakat di tingkat RT dan tingkat pendidikan kita untuk lebih peka terhadap COVID-19," bebernya.

Simak video 'KPU Makassar Sortir 599.865 Surat Suara Pilwalkot, 6.274 Rusak':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/gbr)