Blak-blakan dr Sarbini Abdul Murad

Kisah Keajaiban Dokter Relawan MER-C di Medan Perang

- detikNews
Jumat, 04 Des 2020 07:01 WIB
Jakarta -

Sekitar 20 tahun menjadi relawan di MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dokter Sarbini Abdul Murad tak cuma mengabdi di berbagai daerah bencana, baik di tanah air maupun negara lain. Dia juga pernah bertugas di empat negara yang sedang berperang, yaitu Afghanistan (2002), Irak (2003), Lebanon (2006), dan Palestina (2009). Ada banyak pengalaman mengharukan, menakutkan, sekaligus juga penuh keajaiban yang dilaluinya.

Saat di Afghanistan, misalnya, dia bersama timnya pernah mengemban misi pengobatan ke suatu wilayah. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, sopir yang mengemudikan kendaraan sengaja melintasi jalur-jalur yang tak lazim. Saat kembali usai menunaikan misi tim Sarbini dicegat pasukan Afghanistan. Mereka meminta tim medis tidak melanjutkan perjalanan menggunakan jalur tersebut karena sedang dilakukan pembersihan ranjau.

"Rupanya saat kami masuk, jalur yang dilalui itu merupakan ladang ranjau. Alhamdulillah tak satupun yang meledak," tutur Sarbini yang biasa disapa 'dr Ben' kepada tim Blak-blakan detikcom, Rabu (2/12/2020).

Lain lagi kisah saat di Irak. Dia dan beberapa temannya sesama dokter harus melewati daerah yang tengah berlangsung pertempuran artileri. "Saya bilang ke teman, andai meriam itu meledak ke tubuh kita, bisa langsung sampai ke Jakarta," ujarnya.

Keajaiban lain menyangkut keterampilannya sebagai dokter. Suatu kali, ada pasien korban perang yang harus dioperasi. Karena tak ada dokter bedah, dialah yang terpaksa harus melakukannya. Bahkan ketika obat-obatan habis, kepada para pasien yang luka-luka dia akhirnya cuma mengoleskan madu. "Itu sewaktu di Afghanistan kejadiannya. Alhamdulillah sembuh," tutur Sarbini Abdul Murad.

Selanjutnya
Halaman
1 2