Round-Up

6 Poin Tangkisan MER-C soal Hasil Tes Swab Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 06:34 WIB
Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Foto: Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Jakarta -

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menangkis segala sorotan mengenai tes usap (swab test) Habib Rizieq. Organisasi kedaruratan medis ini tak mau membuka hasil tes COVID-19 Rizieq.

Ada 6 tangkisan dari MER-C soal tes swab Rizieq. Petinggi MER-C sudah menyatakan tangkisan awalnya usai Wali Kota Bogor Bima Arya mengangkat isu tes Rizieq ini.

Selanjutnya, MER-C juga disorot oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md. Sembari memenuhi panggilan polisi, pihak MER-C menangkis sorotan Mahfud saat ditanya wartawan.

Berikut adalah 6 tangkisan MER-C soal hasil swab test Rizieq:

1. Tangkisan terhadap aksi Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya mempermasalahkan tes usap COVID-19 terhadap Rizieq yang dilakukan oleh pihak MER-C, Jumat (27/11) kemarin. Soalnya, pengetesan tidak dikoordinasikan dengan Satgas COVID-19 Kota Bogor.

Bima Arya menegur keras RS UMMI, Satgas COVID-19 Bogor sempat melaporkan RS UMMI ke polisi gara-gara masalah tes usap yang tidak dikoordinasikan itu. MER-C menangkis Bima dengan penilaian bahwa Bima melanggar hak pasien dan menekan RS UMMI lewat intervensi.

"MER-C mengirim beliau (Rizieq) untuk beristirahat di RS. Namun mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari Wali Kota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga mengganggu pasien yang sedang beristirahat," ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad dalam keterangan pers yang dilansir situs MER-C, Minggu (29/11).

Sarbini menilai Bima tidak beretika. Bima dinilainya sudah mempublikasikan kondisi pasien kepada publik.

"Selain itu, Wali Kota Bogor tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat," kata Sarbini.

Bima Arya membantah, "Jadi, kalau ada opini bahwa Satgas melakukan intervensi dan memaksa untuk membuka hasil medis, itu tidak benar."

Bima AryaBima Arya Foto: Pemkot Bogor

Selanjutnya, soal misteri hasil tes Rizieq:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3