Cerita Tommy Sumardi Beri Uang 2 Jenderal Polisi soal Red Notice Djoko Tjandra

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 01:22 WIB
Tommy Sumardi, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Tommy menilai dirinya pantas mengajukan JC karena telah mengungkap kebenaran.
Tommy Sumardi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Tommy Sumardi membeberkan terkait pemberian sejumlah uang ke dua jenderal polisi berkaitan dengan sengkarut masalah pengurusan red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Tommy menceritakan detail kejadian ketika menjadi saksi untuk Djoko Tjandra.

Awalnya, Tommy Sumardi mengaku menemui Brigjen Prasetijo Utomo dan meminta dikenalkan ke seseorang di NCB Interpol Indonesia. Lalu, Prasetijo menyanggupi itu dan mengatakan akan mengenalkan Tommy dengan 'kakak asuh' Prasetijo, belakangan diketahui adalah Irjen Napoleon Bonaparte.

"Saya bilang situ kan bekas NCB, saya mau cek DPO-nya Pak Djoko Tjandra, karena sepengetahuan Pak Djoko dia sudah bebas, kenapa masih nyangkut di sini DPO-nya, nggak bisa masuk. Terus dia bilang 'oh iya kalau gitu kita ke NCB aja, karena saya nggak ada kenal di sana, 'oke saya kenal di situ, itu kakak asuh saya, komandan saya'," ujar Tommy menirukan perkataan Prasetijo kala itu dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020).

Akhirnya dipertemukan lah ke Irjen Napoleon. Singkat cerita, Tommy menjelaskan maksudnya dia datang, dan terjadilah di situ deal-deal uang terkait pengurusan red notice Djoko Tjandra.

"Saya dibawa ke sana terus dikenalkan dengan Pak Napoleon, terus tanya masalah apa nih, saya tanya 'mohon izin saya mau cek DPO-nya Pak Djoko Tjandra, katanya 'oh gampang itu, gampang itu Ji asal ada isinya aja'. Saya bilang maksudnya apa bang? dia tangannya gini (menggerakkan tangan) saya ngertikan (artinya-red) ada duitnya, saya tanyakan kira-kira berapa bang? Langsung nego di situ, 3 (Rp 3 miliar) lah Ji, oke terus selanjutnya nanti kita kasih tau lewat Prasetijo ya, kita ketemu lagi," kata Tommy.

Lebih lanjut, Tommy mengatakan Irjen Napoleon meminta besaran uang lebih semula Rp 3 miliar menjadi Rp 7 miliar. Alasanya, uang itu tidak dinikmati dia sendiri melainkan juga untuk 'pimpinan tertingginya'.

"Besoknya ketemu Napoleon minta 7 (Rp 7 miliar) lah Ji, soalnya kan taruh saya disini bukan saya sendiri, karena pimpinan saya di atas situ, (Napoleon) menunjuk gedung sebelah, itu pimpinan tertinggi kita, saya bilang ya terserah abang lah," jelas Tommy.

Bagaimana rincian pemberian uang itu? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2