Intip Persiapan Pemkot Semarang & KPU Jelang Pilkada 2020

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 11:23 WIB
pemkot semarang
Foto: pemkot semarang
Jakarta -

Jelang Pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang, Pemerintah Kota Semarang dan KPU terus mematangkan persiapan guna memastikan penyelenggaran pesta politik di Semarang berjalan aman dan terbebas dari COVID-19. Komisioner KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini menuturkan jika KPU telah melakukan persiapan secara matang baik persiapan dari segi protokol kesehatan hingga persiapan peralatan di TPS.

"Untuk protokol kesehatan, beberapa peralatan seperti faceshield, masker dan hand sanitizer segera akan kami kirim ke kecamatan. Sedangkan untuk persiapan TPS, saat ini masih dalam pengepakan di gudang. Maksimal H-1 sudah sampai di TPS. Nanti juga dalam pembuatan TPS akan menerapkan protokol COVID-19 secara ketat," tutur Zaini dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Kesiapan ini juga ditunjukan dengan mengundang stakeholder mulai dari perwakilan perusahaan, rumah sakit hingga lurah dan camat se-Kota Semarang dalam kegiatan rapat koordinasi Desk Pilkada di Ruang Loka Krida lantai 8 gedung Balaikota Semarang, Rabu (2/12) kemarin.

Zaini pun menjelaskan, masyarakat yang datang ke TPS terlebih dahulu akan dilakukan cek suhu tubuh menggunakan thermogun, cuci tangan, kemudian diberlakukan jaga jarak, mewajibkan calon pemilih untuk memakai masker, kemudian diberikan sarung tangan sekali pakai yang harus dipakai selama berada di TPS.

"Selama beraktivitas di dalam TPS harus menggunakan sarung tangan tersebut. Sehingga tangan yang bersih tidak bersinggungan dengan apapun yang ada di dalam TPS. Termasuk saat membuka kertas suara, mencoblos dan memasukkan surat suara dan aktivitas lain. Baru setelah selesai semua sarung tangan dibuang dan pemilih cuci tangan kembali," terang Zaini.

Lebih lanjut Zaini menambahkan, metode pencelupan jari ke tinta usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu kali ini tidak lagi dilakukan. Sebagai gantinya tinta akan diteteskan ke jari.

"Setelah tinta kering, pemilih dipersilahkan untuk mencuci tangan lagi baru kemudian meninggalkan lokasi TPS. Sehingga masuk ke TPS bersih, keluar dari TPS Insyaallah juga bersih," lanjutnya.

KPU juga menyediakan bilik khusus di semua TPS bagi pemilih yang pada saat pengukuran suhu tubuh memiliki suhu di atas 37,3 derajat celcius yang berada di samping TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Tidak hanya memperhatikan protokol kesehatan di TPS, Zaini menambahkan, KPU juga menyediakan layanan jemput bola, dengan mendatangi ke rumah pemilih. Layanan tersebut berlaku bagi warga yang sedang menjalani karantina COVID-19, Manula dan disabilitas. Ada beberapa kriteria yang boleh dilayani di rumah yaitu pada hari pencoblosan, pihak keluarga melapor ke KPPS, kemudian pada jam-jam akhir akan didatangi ke rumah.

"Layanan tersebut berlaku bagi warga yang sedang menjalani karantina mandiri di rumah yang nanti akan didatangi KPPS yang sudah dilengkapi dengan baju hazmat atau APD, dan didampingi tim kesehatan. Kriteria lainnya yaitu Lansia dan disabilitas yang tidak memungkinkan datang ke TPS," urainya.

Layanan jemput bola juga dilakukan ke rumah sakit yang disebut Pindah memilih. Layanan ini digunakan bagi pemilih yang tidak bisa mencoblos di TPS dan bermaksud mencoblos di TPS lain, karena tugas misalnya perawat medis, atau karena dirawat di Rumah Sakit.

Caranya dengan mengurus A5 ke kantor KPU Kota Semarang. KPU juga sudah berkoordinasi dengan pihak RS di Kota Semarang untuk memfasilitasi layanan Pindah Memilih bagi perawat, pasien dan penunggu pasien.

"Kami tadi juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Rumah Sakit di Kota Semarang untuk mendata pasien yang sedang dirawat dan penunggu pasien, untuk kita fasilitasi Surat Pindah Memilih. Sehingga di Hari-H petugas KPPS yang akan datang ke RS, dan dapat mencoblos dengan menunjukkan surat A5 tersebut," ungkapnya.

Tidak hanya layanan jemput bola, untuk mengantisipasi kerumunan yang berpotensi terjadi di TPS pada hari pemungutan, KPU juga sudah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS yaitu maksimal 500 oran.

"Dan diatur pembagian jam bagi pemilih. Misalnya DPT nomor sekian datang jam 7 sampai jam 8, misalnya. Kita atur sehingga tidak terjadi penumpukan orang," terang Zaini.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat tersebut, KPU berharap masyarakat tidak takut untuk datang ke TPS. Dengan masyarakat menggunakan hak pilihnya berarti ikut mensukseskan Pilkada Kota Semarang.

"Harapan KPU untuk masyarakat walaupun di masa Pandemi COVID-19 ini masyarakat jangan khawatir untuk datang ke TPS. Karena kami sudah mempersiapkan seketat mungkin protokol kesehatan. Silahkan datang besok tanggal 9 Desember 2020 jam 7 sampai 13.00. Manfaatkan dengan baik. Satu suara juga menentukan pesta demokrasi di Kota Semarang," pungkas Zaini.

(ega/ega)