Djoko Tjandra Ngaku Setop Beri Fee ke Andi Irfan Gegara Tak Setuju Action Plan

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 00:55 WIB
Sejumlah anggota Polri menjadi saksi di sidang lanjutan untuk terdakwa Djoko Tjandra. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Djoko Tjandra (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Andi Irfan Jaya didakwa menerima uang USD 500 ribu dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Jaksa pun mengonfirmasi pemberian itu ke Djoko Tjandra, seperti apa?

Awalnya Djoko Tjandra membenarkan perjanjian fee untuk Andi Irfan Jaya USD 600 ribu terkait action plan yang akan dibuat Andi Irfan untuk membantu upaya hukum Djoko Tjandra dan lawyer fee Anita Kolopaking USD 400 ribu. Kemudian, disepakati sebelum action plan itu jadi maka Djoko Tjandra membayar uang muka 50 persen.

"Biaya konsultan dan lawyer fee kalau bisa dibayar 50 persen, Anita dan Andi minta bayar konsultan 50 persen," kata Djoko Tjandra saat bersaksi untuk Andi Irfan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Selasa (2/12/2020).

Kemudian, untuk memenuhi perjanjian biaya uang muka itu Djoko Tjandra memerintahkan adik iparnya bernama Herriyadi Angga Kusuma untuk memberikan uang USD 500 ribu ke Andi Irfa . Uang itu bagi dua dengan Anita, USD 400 ribu Andi Irfan dan Anita USD 100 ribu.

"Pada 25 November saya telepon adik ipar saya Herriyadi, 'Her tolong serahkan USD 500 ribu, saya besok kirim nomor telepon Andi Irfan kalian bertemu karena mereka tiba di Jakarta jam 14.30 WIB atau 15.00 WIB, untuk mengambil uangnya sebagai pembayaran 50 persen untuk konsultan fee, kombinasi antara kerja Anita dan Andi Irfan," jelas Djoko Tjandra.

Setelah itu, Djoko Tjandra menerima action plan pada 28 November yang dikirim Andi Irfan, usai mempelajari action plan itu Djoko mengaku memerintahkan adik iparnya untuk menyetop pemberian uang ke Andi Irfan. Menurutnya, Andi tidak pantas mendapat uang itu karena action plan tidak masuk diakal.

"Dua atau tiga hari kemudian setelah saya dapat action plan yang dikirim Andi Irfan Jaya, sama sekali saya tidak comfortable bahwa segitu simple dan gampangnya, jadi saya mengatakan No, tidak, sehingga saya katakan ke Herriyadi 'Her stop, jangan ada pembayaran'. Tanggal 26 itu Herriyadi tidak jadi memberikan karena ada kekurangan, jadi dia rencana bayar lusanya," jelasnya.

Djoko Tjandra mengaku tidak tahu apakah Andi Irfan sudah menerima uang itu atau belum. Sebab, baik Andi Irfan ataupun adiknya tidak ada yang melapor ke Djoko Tjandra.

"Saat itu Andi Irfan Jaya dan Herriyadi tidak confirm ke saya, diterima atau diberikan, tapi setelah 28 (November 2019) saya terima action plan saya bilang ke Herridyadi setop, dan saya katakan ke Anita action plan ini tidak bisa diconsider sama sekali, terlalu muluk-muluk, saya mengatakan jangan diterusin," jelasnya.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Andi Irfan Jaya. Andi Irfan didakwa didakwa menyerahkan uang USD 500 ribu dari Djoko Tjandra ke Pinangki. Selain itu, jaksa mendakwa Andi Irfan melakukan pemufakatan jahat. Pemufakatan jahat itu dilakukan bersama Pinangki dan Djoko Tjandra.

(zap/ibh)