Akhyar Ungkit Janji Jokowi, Timses Bobby Singgung Kegagalan Pemko Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 21:29 WIB
Bobby Nasution datang ke KPU Medan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Foto: Bobby Nasution datang ke KPU Medan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Jakarta -

Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengungkit janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pemko Medan yang belum terealisasi. Bagaimana respons timses Bobby Nasution?

"Setahu saya, sebenarnya kan gini, pemerintah pusat itu sebenarnya sudah memberikan perencanaan anggaran, namun pemerintah daerah juga harus menyiapkan dukungan-dukungannya gitu," kata juru bicara tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rahman, Ikrimah dimintai konfirmasi, Rabu (2/12/2020).

Ikrimah menyebut pemerintah daerah seharusnya punya daya dukung untuk merespon program pemerintah pusat. Jika tidak responsif, maka dana yang ada di pusat tidak bakalan cair.

"Jadi ada daya dukung daerah juga yang harus siap untuk juga merespons program-program pusat. Kalau misalkan daerah itu tidak responsif, tidak memiliki data yang kuat, kemampuan mengeksekusi, nggak ada dampingan dari daerah, dana pusat itu nggak akan bisa cair. Jadi nggak bisa sepenuhnya persoalan itu masalahnya di pusat semua, nggak," ujar Ikrimah.

"Contoh kita bicara masalah revitalisasi sungai, namun ketika kita bicara masalah bagaimana agar daerah pinggiran sungai itu bisa di perbaiki, tugasnya itu adalah tugas pemerintah daerah, Pemko Medan. Nah, inikan yang tidak terjadi itu, nah oleh karenanya maka Bang Akhyar menyampaikan seperti itu sebenarnya menurut kami lah, atau menurut saya pribadi itu menunjukkan kegagalan pemerintah Kota Medan selama ini dalam mempersiapkan diri merespons program-program pusat. Ya, responnya kurang, komunikasi tidak lancar, akhirnya yakan ya banyak program pusat yang sebenarnya sudah diperuntukkan ke Kota Medan itu tidak terlaksana," ujar Ikrimah.

Selain itu, Ikrimah juga menyebutkan paslon Bobby Nasution- Aulia Rahman sudah siap mengikuti debat terakhir pada Sabtu, akhir pekan ini. Bobby-Aulia bakal memaparkan pengalaman-pengalamannya saat turun ke masyarakat sesuai tema yang telah ditentukan.

"Persiapan debat ketiga sama seperti yang kemarin bahwa kita itu mempersiapkan debat, pertama sesuai temanya ya dari KPU. Kemudian dari tema tersebut kita itu menggali apa pengalaman-pengalaman Bobby Aulia itu ketika turun ke masyarakat kemudian nanti merumuskan hasil dari turun ke masyarakat itu yang disesuaikan dengan tema debat kita," ujar Ikrimah.

"Jadi emang persiapannya, yang paling utama ya menyerap aspirasi masyarakat yang akan disampaikan dalam debat tersebut," sebut Ikrimah.

Ikrimah menyinggung terkait tema keserasian pembangunan daerah dan pusat. Dia menilai pemerintah Kota Medan kurang bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Akibatnya, iya banyak anggaran yang harusnya dikucurkan dari pusat untuk dilakukan, pada kenyataannya kan tidak terlaksana gitu. Contohnya, pembangunan tanggul di Medan Utara khususnya di Medan Belawan yang nilainya Rp 1,6 triliun, itu kan sudah bertahun-tahun mangkrak. Oleh karenanya, maka kita melihat bahwa ada kekurangan komunikasi lah, yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya yang mengakibatkan masyarakat Kota Medan itu tidak mendapatkan pembangunan yang cepat," sebut Ikrimah.

Sebelumnya, Akhyar Nasution, mengungkit janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pemko Medan yang belum terealisasi. Akhyar menyebut beberapa infrastruktur di Medan yang harus dibantu oleh pemerintah pusat. Antara lain, tanggul untuk mencegah rob di utara Medan serta pembangunan flyover dan underpass.

"Beberapa hal yang belum ditangani sudah janji Presiden Jokowi tapi belum terealisasi antara lain pembangunan pengganti gedung Pajak (Pasar) eks Aksara, dari tahun 2017 belum terealisasi. Ini karena janji Presiden kepada Pemerintah Kota Medan, tapi belum terlaksana," kata Akhyar Nasution di Sekretariat Forum Islam Bersatu (FIB), Jalan Karya Sei Agul, Medan Barat, Rabu (2/12/2020).

"Kemudian beberapa hal sisi infrastruktur yang kami mohon bantuan kepada Bapak Presiden menangani rob di daerah pantai utara Medan, Belawan, Labuhan dan Marelan. Kami mohon keseriusan dari pemerintah pusat, Kementerian PU untuk menangani hal ini. Pembangunan beberapa flyover ataupun underpass di Kota Medan, di persimpangan-persimpangan padat, ini sangat kami butuhkan untuk Kota Medan ke depan," sambungnya.

(idn/idn)