Alasan Timses Ajak UAS Kampanyekan Akhyar: Dia Ustaz Nomor 1 di Indonesia

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 16:58 WIB
Ustaz Abdul Somad mengkampanyekan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi untuk memenangkan Pilkada Medan (dok Istimewa)
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengkampanyekan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi untuk memenangkan Pilkada Medan. (dok Istimewa)
Medan -

Tim pemenangan paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menjelaskan alasan mengajak Ustaz Abdul Somad (UAS) mengampanyekan jagoannya di Pilkada Medan. Salah satunya, kata Timses Akhyar, UAS adalah ustaz nomor satu di Indonesia saat ini.

"Kalau UAS itu kan, kita tahu dia kan sekarang ini ustaz nomor satu di Indonesia," kata Ketua Timses Akhyar-Salman (AMAN), Ibrahim Tarigan, di Medan, Selasa (1/12/2020).

Dia mengatakan UAS punya pola pikir yang luas. Ibrahim yakin dukungan UAS bakal berpengaruh besar terhadap raihan suara Akhyar-Salman.

"Cara berpola pikirnya lebih luas gitu dan ya kita tahu waktu yang lewat pun dukungan UAS itu sangat kita harapkan. Sekarang kan sudah terbukti UAS itu mendukung kita. Insyaallah dengan dukungan UAS ini ya target kita 1 juta suara," ujar Ibrahim.

Sebelumnya, UAS mengampanyekan pasangan Akhyar dan Salman di Pilkada Medan. UAS memberikan dukungan lewat video yang dia buat.

Ada beberapa video yang menunjukkan UAS bersama Akhyar-Salman. Di video pertama, UAS menjelaskan tim kampanye Akhyar-Salman harus berkampanye pintu ke pintu.

"Sehebat-hebatnya, sehiruk-pikuknya kampanye sekarang tidak bisa di tanah lapang, tidak bisa di stadion. Maka tim Akhyar-Salman mesti ketuk pintu ke pintu, mesti bisa mempengaruhi orang sampai tanggal 9 Desember, mesti mencoblos nomor 1," kata UAS dalam video itu.

UAS mengatakan hal itu adalah kerja berat yang akan dilakukan oleh tim untuk memenangkan Akhyar-Salman. Dia kemudian mengatakan jika Akhyar-Salman menang, pasangan ini akan memberikan pertolongan kepada kaum duafa dan fakir miskin.

Kubu Bobby Nasution-Aulia Rachman kemudian menuding dukungan UAS sebagai bentuk memakai politik identitas. Hal itu, menurut kubu Bobby, tak baik untuk demokrasi.

"Ya memang kan penggunaan strategi yang mereka lakukan menggunakan politik identitas," kata Jubir Timses Bobby-Aulia, Sugiat Santoso.

(haf/haf)