Giliran Rumah Dinas Edhy Prabowo Digeledah KPK

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 18:54 WIB
Suasana di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo.
Suasana di depan rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo. Penggeledahan dilakukan guna mengembangkan penanganan perkara suap ekspor benih lobster atau benur yang menjerat Edhy Prabowo.

"Benar, saat ini penyidik KPK sedang melakukan kegiatan penggeledahan di rumah jabatan menteri KKP. Dan saat ini kegiatan dimaksud masih berlangsung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Pantauan detikcom di Jalan Widya Chandra V No 26, Jakarta Selatan, sudah terlihat enam mobil dari tim penyidik KPK. Mobil ini sudah berada di lokasi sejak pukul 16.30 WIB, Rabu (2/12/2020).

Terlihat sejumlah polisi menjaga bagian teras rumah dinas Edhy Prabowo. Belum diketahui pasti berapa jumlah tim penyidik KPK yang menggeledah kediaman Edhy Prabowo.

"Perkembangannya akan kami infokan lebih lanjut," ujar Ali Fikri.

Sebelumnya, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah terkait kasus korupsi ekspor benur yang menjerat Edhy Prabowo dkk. Kemarin KPK menggeledah tiga tempat di Bekasi, Jawa Barat.

"Tim penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di tiga lokasi yang berada di daerah Bekasi, Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan.

Ali mengatakan ketiga lokasi tersebut adalah kediaman tersangka Suharjito, Direktur PT DPP (Dua Putra Perkasa); kantor; dan gudang PT DPP.

Pekan lalu, tim penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Terlihat penyidik KPK Novel Baswedan turut dalam rombongan di gedung KKP pada Jumat (27/11) kemarin itu.

Novel Baswedan terlihat ikut langsung agenda penyidik KPK di KKP. Novel tampak memakai topi hitam, masker, serta setelan jas dan celana hitam.

Dalam kasus ini, sudah ditetapkan 7 tersangka, yaitu:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT DPP.

Selanjutnya
Halaman
1 2