Keroyok Nelayan yang Lagi Melaut, 5 Warga Simeulue Ditangkap

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 16:24 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: dok. detikcom)
Banda Aceh -

Lima pria di Simeulue, Aceh, ditangkap polisi karena diduga mengeroyok lima nelayan yang lagi melaut. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka-luka.

"Kelima tersangka warga Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, yang bekerja sebagai nelayan atau perikanan," kata Kasat Reskrim Polres Simeulue Ipda M Rizal kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Pengeroyokan itu diduga terjadi pada Minggu (29/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat kejadian, korban yang sedang berada di tengah laut tiba-tiba dihampiri tiga tersangka.

Para tersangka datang ke lokasi dengan menggunakan speed boat. Rizal mengatakan ketiga tersangka marah-marah dan langsung memukul para korban dengan alat dayung serta jangkar perahu.

Para korban selanjutnya dibawa menuju daratan Desa Air Pinang. Di sana sejumlah warga sudah menunggu di dermaga. Korban disebut kembali mendapat pukulan dari sejumlah warga.

Setelah kejadian, korban membuat laporan ke Polres Simeulue. Polisi turun tangan dan menangkap sepuluh orang warga Air Pinang pada Senin (30/11) dini hari.

Setelah menjalani pemeriksaan, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelimanya adalah FIT (29), AL (30), RAS (31), RAD (41), dan YOY (41).

"Sementara lima orang lainnya diserahkan ke keluarganya dengan disaksikan oleh Kepala Desa Air Pinang. Mereka dipulangkan karena belum cukup bukti dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Polisi masih menyelidiki motif tersangka melakukan pengeroyokan. Para tersangka kini ditahan di Polres Simeulue. Polisi menyita barang bukti satu buah jangkar kapal, satu buah pendayung kayu yang diduga dipakai untuk menganiaya korban.

(agse/haf)